Page 10 - Supernova 1, Ksatria, putri dan bintang jatuh
P. 10
Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak
berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku
dalam cinta tak bermuara.
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama
di cakrawala aksara.
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam
ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus di sini.
Mencintaimu.
Entah kenapa.
(catatan pada suatu pagi buta di atas atap rumah tetangga)

