Page 169 - Filosofi Teras
P. 169

Bowen, memiliki ide untuk membagikan gelang karet kepada
                       jemaatnya untuk dikenakan di satu tangan. Kemudian jemaat diajak

                       untuk tidak mengeluh selama 21 hari. Jika 21 hari dia sukses tidak
                       mengeluh, maka gelang dipindahkan ke lengan yang lain, dan periode
                       21 hari diulang kembali. Jika kemudian seseorang menyadari dirinya
                       telah mengeluh sebelum 21 hari lewat, maka dia harus memindahkan
                       gelang itu ke tangan yang lain, dan menghitung ulang 21 hari dari
                       awal.


                       Sebagai seorang pengeluh profesional, saya cukup tertarik pada ide
                       ini. Akhirnya, saya memutuskan untuk mencobanya sendiri, tanpa
                       gelang atau anting. Menyadari bahwa tidak mengeluh selama tiga
                       minggu rasanya seperti menyuruh saya mendaki

                       Gunung Everest dengan bermodal kutang doang (alias hampir tidak

                       mungkin), maka saya mencoba versi Lite (ringan) saja. Saya
                       melakukan No Complaint Week, belajar tidak mengeluh selama
                       seminggu saja. Supaya termotivasi, saya juga mengajak teman-
                       teman di media sosial untuk melakukannya.

                       Eksperimen selama seminggu ini sangat menarik. Ada beberapa
                       temuan pribadi selama melakukannya. Yang pertama, saya baru

                       menyadari betapa seringnya saya mengeluh ketika saya berusaha
                       menghentikannya. Situasi apa pun bisa memicu saya untuk
                       mengeluh, mulai dari pekerjaan, urusan keluarga, sampai kehabisan
                       stok kacang sukro di rumah. Selama seminggu itu, dengan susah
                       payah saya berkali-kali menggigit bibir untuk tidak
                       mengomel/mengeluh, dan ketika dengan sadar kita melawannya,
                       barulah kita menyadari, selama ini kita sering banget mengeluh.


                       Yang kedua, dalam waktu sesingkat itu, saya menyadari bahwa saya
                       sebenarnya mampu untuk tidak mengeluh. Ketika kita mau berusaha
                       menyadari kebiasaan selama bertahun-tahun, kita memiliki
                       kemampuan untuk menghentikannya. Pelajaran terbesar saya selama
                       eksperimen seminggu itu adalah ternyata saya bisa mengendalikan
                       keluhan saya agar tidak terjadi secara otomatis.


                       Memang, beberapa kali saya gagal, tetapi secara keseluruhan selama
                       seminggu itu saya jauh lebih tidak menjadi pengeluh. Bagaikan
                       melatih otot dengan mengangkat beban-awalnya terasa berat, tetapi
                       seiring otot kita beradaptasi dengan beban yang sama sehingga tidak
                       terasa seberat yang dulu, maka kemampuan tidak mengeluh pun
                       terasa semakin mudah. Selain itu, menghentikan keluhan di bibir
                       terasa "menjalar", sampai akhirnya kita juga mulai menghentikan
   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174