Page 191 - Filosofi Teras
P. 191

P     prnah enggak merasa malas ke acara keramaian karena malas


                         bertemu orang? Tidak hanya malas bertemu orang, tapi dalam hati

                         kita sudah berpikir bahwa orang-orang yang akan kita temui akan
                   berperilaku menyebalkan ke kita (tanpa pernah berpikir bahwa kita pun
                   mungkin punya perilaku menyebalkan juga). Pergi ke luar rumah, kita
                   harus berhadapan dengan perilaku pengendara yang tidak tertib. Pergi ke
                   tempat umum seperti di mal, kita akan bertemu orang-orang egois di
                   antrian lift atau toilet. Pergi ke acara keluarga besar, akan bertemu
                   saudara yang usil atau mulutnya setajam silet. Rasanya ingin tinggal di

                   rumah saja, menyendiri, dan tidak bertemu orang lain. ‘ Daripada jadi
                   dosa, marah dan jengkel karena orang lain, mending enggak ketemu
                   mereka," demikian yang sering terlintas di pikiran saya.



                   Manusia adalah makhluk sosial. Para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu
                   sudah meyakini itu. Kemampuan berbahasa yang dimiliki spesies kita
                   diduga berevolusi dari kebutuhan berkomunikasi sesama manusia, karena

                   dengan komunikasi kita bisa berkoordinasi untuk bersama-sama bertahan
                   hidup. Spesies kita kemudian berhasil meninggalkan cara hidup berburu
                   dan mengumpulkan buah-buahan menjadi bercocok tanam (Revolusi
                   Agrikultur) yang akhirnya memicu nenek moyang kita untuk tinggal tetap di
                   sebuah tempat, dan akhirnya melahirkan desa, kota, sampai kerajaan.

                   Kemudian perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengantarkan

                   kita masuk ke Revolusi Industri. Akhirnya, sampai di masa sekarang di era
                   informasi dan digital di mana kita senang berbagi selfie. Semua ini adalah
                   cerminan keinginan paling mendalam dalam diri kita untuk terhubung
                   dengan manusia lain. Sejak 2.000 tahun yang lalu, para filsuf Stoa sudah
                   menyadari nature manusia yang harus hidup sebagai makhluk sosial.
                   Dalam Meditations, Marcus Aurelius berkata, “Semua manusia diciptakan

                   untuk satu sama lain."

                   Namun, manusia juga adalah Homo Homini /Vyebe//n-manusia yang
                   nyebelin bagi manusia lainnya. Kita adalah manusia yang seringkali
                   nyebelin bagi orang lain dengan ulah dan perkataan kita. Di buku saya
                   sebelumnya, 7Kebiasaan Orang Yang Nyebelin Banget [Penerbit Buku
                   Kompas], dibahas survei yang

















                                                               160
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196