Page 138 - In a Blue Moon
P. 138
ging sempurna. ”Harus kuakui aku agak kecewa. Padahal
kukira aku akan mendapat sambutan yang lebih hangat.”
Sophie tertawa dan mengangkat sebelah bahu. ”Spencer
sudah memberitahuku.”
”Ah, begitu rupanya.” Adrian mengangguk-angguk.
”Omong-omong, apakah kau punya waktu sekarang? Aku
ingin mengajakmu makan siang.”
”Tentu saja,” sahut Sophie langsung. ”Tunggulah sebentar.
Aku akan mengambil dompet dan jaketku.”
Taksi yang mereka tumpangi sedang melaju di Columbus
Avenue ketika Sophie mendadak menyadari bahwa lokasi
136
Ramses tidak jauh dari sana. Ia menggigit jari, berpikir se-
jenak, lalu menoleh ke arah Adrian yang duduk di samping-
nya. ”Hei, Adrian, apakah kau keberatan kalau kita mampir
di suatu tempat sebentar?”
”Tidak,” sahut Adrian. ”Kau mau ke mana?”
Sophie tidak menjawab. Ia hanya mencondongkan tubuh
ke depan dan menyebutkan alamat Ramses kepada sopir
taksi.
”Kau tunggu di sini saja. Aku tidak akan lama,” kata
Sophie kepada Adrian beberapa menit kemudian, ketika taksi
mereka berhenti tidak jauh dari Ramses. Tanpa menunggu
jawaban Adrian, Sophie membuka pintu dan melangkah
keluar.
Ramses di siang hari tetap terlihat mewah dan berkelas.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 136 3/30/2015 10:43:19 AM

