Page 316 - In a Blue Moon
P. 316
Senyum Lucas melebar dan hatinya melambung tinggi. Itu
adalah pertama kalinya Sophie mengatakan sesuatu seperti
itu. Merasa percaya diri, Lucas kembali menarik tangan
Sophie dan kali ini Sophie melangkah masuk ke dalam pe-
lukannya. Lengan Lucas melingkari pinggang Sophie semen-
tara ia menunduk menatap gadis yang kini telah menjadi
sangat penting baginya. ”’Kurasa’?” ulangnya. ”Apakah me-
nurutmu kau bisa menghilangkan kata itu?”
Sophie tertawa kecil. ”Baiklah.” Ia menarik napas. ”Aku...”
Lucas menunggu.
”...juga mencintaimu.”
Lucas pun bergeming. Matanya melebar menatap wajah
Sophie yang merona. Jantungnya seolah-olah berhenti ber-
debar selama dua detik sebelum akhirnya berdebar kembali
314
dengan kecepatan penuh. ”Kau serius?”
Sophie mengangguk kecil. Satu kali. ”Ya.”
Lucas yakin ia belum pernah merasakan kebahagiaan se-
besar itu. Sophie mencintainya. Astaga. Ini benar-benar sulit
dipercaya, namun ia akan menerimanya dengan senang hati.
Banyak yang ingin dikatakannya kepada Sophie, namun saat
ini otaknya masih terpaku pada pernyataan gadis itu tadi.
Jadi ia memutuskan melakukan sesuatu yang harus dilaku-
kannya. Saat itu juga. Di tengah jalan. Di tengah-tengah Park
Avenue. Di tengah butir-butir salju yang melayang turun di
sekeliling mereka.
Ia mencium Sophie.
Ilana-In a Blue Moon Content.indd 314 3/30/2015 10:43:33 AM

