Page 93 - MODUL PELAJARAN KELAS X 2021-2022 untuk Flipping Book
P. 93
Beberapa tahun yang lalu, seorang wanita dari Asia (tak usah sebut nama dan negaranya) datang
ke Prancis untuk kuliah di salah satu universitas terkenal di Paris. Dia memang cerdas, bahasa
Prancis dan Inggris-nya juga sangat baik sehingga lulus seleksi. Sejak mulai kuliah di hari pertama,
dia perhatikan bahwa sistem transportasi di Paris menggunakan sistem otomatis. Artinya, Anda beli
tiket sesuai dengan tujuan melalui mesin. Setiap perhentian kendaraan umum, memakai cara self-
service dan jarang sekali diperiksa petugas. Bahkan pemeriksaan insidentil oleh petugas pun hampir
tidak ada, bukan karena manajemennya buruk tapi unsur trust dan tertib sosial di sistem
transportasi Kota Paris memang sudah baik. Akhirnya lama kelamaan dia temukan kelemahan
sistem ini, dan dengan kelihaiannya itu dia bisa naik transportasi umum tanpa harus beli tiket dan
dia sudah memperhitungkan kemungkinan tertangkap petugas karena tidak beli tiket, sangat kecil.
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dengan tidak membayar tiket. Ia justru menganggapnya
sebagai salah satu cara penghematan sebagai mahasiswa miskin yang dengan cara apapun kalau
bisa irit, ya diirit. Dia bahkan merasa bangga karena dianggapnya itu sebagai kehebatan yang tidak
bisa dilakukan oleh sembarang orang.
Empat tahun berlalu, perempuan muda itu pun tamat dengan cum laude dari fakultas favorit dan
universitas ternama di Paris dengan angka indeks prestasi kumulatif (IPK) yang sangat bagus. Hal
itu membuat dirinya penuh percaya diri. Setelah wisuda, gadis itu pun mulai mengajukan aplikasi
surat lamaran kerja ke beberapa perusahan ternama di Paris. Pada mulanya, semua perusahan yang
dikirimi surat lamaran via email merespon karena IPK-nya yang tinggi dan lulusan universitas top di
Paris. Tapi beberapa hari kemudian, semuanya menolaknya dengan berbagai alasan. Hal ini terus
terjadi berulang kali sampai akhirnya membuatnya merasa jengkel dan marah. Dia bahkan sampai
menuding perusahaan-perusahaan itu rasis karena tidak mau menerima warga negara asing meski
lulus cum laude dari universitas ternama di Paris.

