Page 30 - BAHAN AJAR IPA TERPADU
P. 30
Gejala utama pada penyakit usus
buntu adalah nyeri pada perut. Nyeri ini
disebut kolik abdomen. Rasa nyeri
tersebut dapat berawal dari pusar, lalu
bergerak ke bagian kanan bawah perut.
Namun, posisi nyeri dapat berbeda-beda,
tergantung usia dan posisi dari usus buntu
Gambar 22. Radang Usus Buntu itu sendiri. Dalam waktu beberapa jam,
rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama saat kita bergerak, menarik napas dalam,
batuk, atau bersin. Selain itu, rasa nyeri ini juga bisa muncul secara mendadak, bahkan
saat penderita sedang tidur. Bila radang usus buntu terjadi saat hamil, rasa nyeri bisa
muncul pada perut bagian atas, karena posisi usus buntu menjadi lebih tinggi saat hamil.
Gejala nyeri perut tersebut dapat disertai gejala lain, di antaranya:
Kehilangan nafsu makan
Perut kembung
Tidak bisa buang gas (kentut)
Mual
Konstipasi atau diare
Demam
e. Parotitis (Gondong)
Parotitis atau gondongan terjadi akibat infeksi
virus paramyxovirus yang menyerang kelenjar
liur (kelenjar parotis) di dalam mulut. Infeksi ini
bisa menyebabkan pembengkakan dan rasa nyeri
pada kelenjar tersebut.
Gambar 23. Gondong Virus penyebab parotitis menular melalui
percikan air ludah ketika penderita parotitis
bersin atau batuk. Selain itu, bersentuhan langsung dengan benda-benda yang sudah
terkontaminasi virus juga dapat meningkatkan risiko tertular penyakit ini. Pada
umumnya, parotitis dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Akan tetapi,
penyakit ini lebih sering menimpa anak-anak usia 5–9 tahun.
27
Bahan ajar IPA Terpadu SMP/Mts Kelas VIII

