Page 17 - MODUL KELAS 6 TEMA 2
P. 17
Pembelajaran 4
Ayo Membaca 3.4 dan 4.4 Bahasa Indonesia
Bacalah teks bacaan di bawah ini!
Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia
Pada tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
Berita tersebut dirahasiakan oleh tentara Jepang yang ada di Indonesia, tetapi para
pemuda Indonesia mengetahuinya melalui siaran radio BBC di Bandung. Pada tanggal
15 Agustus pukul 08 malam, para pemuda di bawah pimpinan Chairul Saleh berkumpul
di ruang belakang Laboratorium Bakteriologi yang berada di Jalan Pegangsaan Timur
No. 13 Jakarta. Para pemuda bersepakat bahwa kemerdekaan Indonesia harus segera
diproklamasikan. Adapun golongan tua berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia
harus dilaksanakan melalui revolusi secara terorganisir karena mereka menginginkan
membicarakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada rapat PPKI tanggal 18 Agustus
1945.
Pada akhirnya terdapat perbedaan antara golongan tua dan golongan muda.
Perbedaan pendapat tersebut mendorong golongan muda untuk mengasingkan
Soekarno (bersama Fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta
ke Rengasdengklok pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945. Tujuan dilakukannya
pengasingan tersebut adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh
oleh Jepang. Dipilihnya Rengasdengklok karena berada jauh dari jalan raya utama
Jakarta–Cirebon dan di sana dapat dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang
hendak datang ke Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat.
Di Rengasdengklok Soekarno dan Hatta menempati rumah milik warga masyarakat
yang bernama Jo Ki Song keturunan Tionghoa. Golongan muda berusaha meyakinkan
kedua pemimpin bangsa tersebut untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
Ir. Soekarno menyatakan bersedia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia
setelah kembali ke Jakarta melalui pembicaraan dengan Sudancho Singgih. Sudancho
Singgih kemudian kembali ke Jakarta untuk memberi tahu pernyataan Soekarno tersebut
kepada kawan-kawannya dan pemimpin pemuda. Pada saat itu juga di Jakarta golongan
muda (Wikana) dan golongan tua (Ahmad Soebardjo) melakukan perundingan. Hasil
perundingannya adalah bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan
di Jakarta. Selain itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumahnya untuk tempat
perundingan dan ia bersedia untuk menjamin keselamatan para pemimpin bangsa.
Akhirnya, Soekarno dan Hatta dijemput dari Rengasdengklok.
Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh.
Hatta, dan Ahmad Soebardjo di rumah Laksamana Tadashi Maeda pada dini hari tanggal
17 Agustus 1945. Pada saat perumusannya, Soekarno membuat konsep yang kemudian
disempurnakan oleh Hatta dan Ahmad Soebardjo. Setelah konsep selesai dan disepakati,
Sayuti Melik kemudian menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik
yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman milik Mayor Dr. Herman Kandeler.
Pada awalnya proklamasi kemerdekaan Indonesia akan dibacakan di Lapangan
Ikada. Namun, melihat jalan menuju ke Lapangan Ikada dijaga ketat oleh pasukan
Jepang bersenjata lengkap, akhirnya pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan
Tematik 6 Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan 17

