Page 63 - MODUL KELAS 4 TEMA 5
P. 63

Kerjakan di Rumah                                       3.7 dan 4.7 IPA


                 Buatlah periskop sederhana bersama orang tuamu di rumah! pakailah bahan dari pipa
                 peralon untuk membuat periskop! Carilah langkah-langkah dalam berbagi sumber!


                                                                           Pembelajaran            4


                        Ayo Membaca                          3.8 dan 4.8 Bahasa Indonesia



                 Bacalah teks berikut!
                                   Bung Tomo Pemimpin Perjuangan 10 November
                     Bung Tomo merupakan pahlawan yang berasal dari Surabaya.
                 Bung Tomo memiliki jasa yang besar terhadap upaya mempertahankan
                 kemerdekaan Indonesia dengan melawan penjajah yang ingin kembali
                 menjajah Indonesia, tepatnya di kota Surabaya. Bung Tomo berhasil
                 menjadi orator dan berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo
                 untuk kembali melawan penjajah yang kita kenal dengan pertempuran
                 10 November 1945, yang diperingati sebagai hari pahlawan.
                     Bung Tomo memiliki nama asli Sutomo, lahir di Kampung Blauran
                 di pusat kota Surabaya. Ayahnya bernama Kartawan Tjiptowidjojo,
                 merupakan  seorang  kepala  keluarga  dari  kelas  menengah.  Ia
                 pernah bekerja sebagai pegawai pemerintahan sebagai staf pribadi di perusahaan swasta
                 sebagai asisten di kantor pajak pemerintah dan pegawai kecil di perusahan ekspor impor
                 Belanda.
                     Pada usia 17 tahun, Bung Tomo menjadi terkenal karena berhasil menjadi orang kedua
                 di Hindia Belanda yang mencapai peringkat Pandu Garuda. Karena sebelum penduduk
                 Jepang pada 1942, peringkat ini hanya dicapai oleh tiga orang Indonesia.
                     Sutomo juga pernah menjadi seorang jurnalis pada Harian Soeara Oemoem di Surabaya
                 pada tahun 1937. Setahun kemudian, ia menjadi Redaktur Mingguan Pembela Rakyat serta
                 menjadi wartawan dan penulis pojok harian berbahasa Jawa, Ekspres, di Surabaya pada
                 tahun 1939.
                     Hingga  pada  tahun  1944,  ia  terpilih menjadi  anggota Gerakan  Rakyat  Baru yang
                 disponsori Jepang. Namun semua ini mempersiapkan Sutomo untuk perannya yang sangat
                 penting. Pada bulan Oktober dan November 1945. Ia menjadi salah satu pemimpin yang
                 menggerakkan dan membangkitkan semangat rakyat Surabaya yang ketika itu Surabaya
                 diserang habis-habisan oleh pasukan Inggris yang mendarat dan melucutkan senjata tentara
                 pendudukan Jepang dan membebaskan tawanan Eropa.
                     Meskipun Indonesia kalah dalam pertempuran 10 November, kejadian ini tetap dicatat
                 sebagai salah satu peristiwa penting dalam sejarah Kemerdekaan Indonesia. Bung Tomo
                 dikenang dengan seruan-seruan pembukaannya di dalam siaran-siaran radio yang penuh
                 dengan emosi.
                     Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1950 Bung Tomo sempat terjun dalam dunia
                 politik dan kemudian ia menghilang dari dunia politik karena ia merasa tidak bahagia terjun di
                 dunia politik. Dan pada akhir masa pemerintahan Soekarno dan awal pemerintahan Soeharto
                 yang pada awalnya didukungnya Sutomo kembali muncul sebagai tokoh nasional.






                                             Tematik 4 Tema 5 Pahlawanku                             63
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68