Page 71 - MODUL KELAS 4 TEMA 5
P. 71
Kerjakan di Rumah 3.2 dan 4.2 SBdP
Nyanyikan lagu “Mengheningkan Cipta” di depan orang tuamu dengan baik! Mintalah
pendapat dari orang tuamu!
Pembelajaran 6
Ayo Membaca 3.8 dan 4.8 Bahasa Indonesia
Bacalah teks berikut!
Kisah Kepahlawanan Pak Kucing, Pahlawan Besar Tabanan
Bali khususnya Tabanan sedang berduka karena putra terbaiknya
telah berpulang pada Sabtu 23 April 2016 lalu akibat penyakit yang
dideritanya. Putra terbaik tersebut tiada lain veteran pejuang sekaligus
pahlawan yang dalam masa perjuangannya dahulu dikenal dengan
julukan "Pak Kucing". Beliau bernama lengkap I Made Keredek
dengan pangkat terakhir yang disandangnya Mayor Infanteri.
I Made Keredek atau Pak Kucing terlahir pada tanggal 1 April
1928 di Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Tabanan. Berbekal
pendidikan formal setingkat SMP, pada masa penjajahan Jepang
tergabung sebagai anggota PETA (Pembela Tanah Air) di bawah pimpinan I Gusti Wayan
Debes. Bekal keahlian kemiliteran yang dimilikinya membuat Keredek muda pernah
dipercaya sebagai pelatih baris-berbaris dalam Badan Keamanan Rakyat.
Dalam buku Biografi Veteran RI di Bali (Perjuangan dan Pengabdian) yang diterbitkan
oleh Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga Tingkat I Bali Tahun 2000, kisah heroik
pertama Pak Kucing tercatat dalam serangan terhadap tangsi Jepang di Daidan, Kediri,
Tabanan. Peristiwa itu sendiri berlangsung pada tanggal 13 Desember 1945 atau
empat bulan setelah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Usai
melakukan serangan tersebut, Keredek bersama seribu kawan seperjuangannya itu
kemudian mengundurkan diri ke daerah pegunungan dan melanjutkan perjuangannya
dengan taktik gerilya. Sementara, pasukan Jepang yang murka atas aksi serangan
Keredek dan kawan-kawan seperjuangannya tersebut segera melakukan pengejaran.
Para pimpinan Jepang pun sangat curiga dan meyakini bahwa serangan tersebut di
dalamnya melibatkan tentara PETA dan Keredek atau Pak Kucing sebagai salah satu
aktor pentingnya.
Kisah perjuangan Pak Kucing tentu tidak hanya sebatas itu. Dalam perjuangan
mempertahankan kemerdekaan RI, I Made Keredek tercatat sebagai salah satu pejuang
yang paling gigih dan paling pemberani. Jiwa cinta Ibu Pertiwi, semangat nasionalis,
patriotisme dan heroismenya terbukti sangat tinggi. Ia pun dikenal sebagai pejuang yang
tangguh, pantang mundur dan tidak takut mati demi membela Merah Putih dan negaranya.
Sebuah sikap hidup yang kini sangat jarang dan langka ditemui dari para generasinya.
Keberaniannya tersebut membuat I Made Keredek sering mendapat kepercayaan
dari kawan-kawan seperjuangannya termasuk pimpinannya I Gusti Ngurah Rai untuk
memimpin sebuah aksi serangan. Seperti halnya perebutan senjata yang berlangsung
di Desa Wongaya Gede, Penebel. Dalam aksinya tersebut, Keredek dan pasukannya
berhasil merebut beberapa jenis senjata seperti jenis keki dan bren. Dari desa tersebut
Keredek kemudian melakukan aksi penyerangan terhadap pasukan Jepang yang sedang
bertugas menjaga air.
Tematik 4 Tema 5 Pahlawanku 71

