Page 16 - MODUL KELAS 4 TEMA 1
P. 16
Pembelajaran 4
Ayo Membaca 3.1 dan 4.1 Bahasa Indonesia
Bacalah teks berikut!
Kebudayaan Aceh
Indonesia adalah salah satu negara yang
memiliki suku dan budaya yang beraneka
ragam. Masing-masing budaya daerah saling
memengaruhi dan dipengaruhi oleh kebudayaan
daerah lain maupun kebudayaan yang berasal
dari luar negeri. Salah satunya, yaitu kebudayaan
dari Aceh. Sejarah dan perkembangan suku
bangsa Aceh juga menarik perhatian para
ahli seperti Snouck Hurgronje. Dilihat dari sisi
kebudayaannya, Aceh memiliki budaya yang unik
dan beraneka ragam. Kebudayaan Aceh ini banyak dipengaruhi oleh budaya-budaya
Melayu, karena letak Aceh yang strategis karena merupakan jalur perdagangan, sehingga
masuklah kebudayaan Timur Tengah. Kebudayaan Timur Tengah juga dipengaruhi oleh
agama Islam. Beberapa budaya yang ada sekarang adalah hasil dari percampuran antara
budaya Melayu, Timur Tengah, dan Aceh sendiri.
Corak kesenian Aceh memang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, tetapi telah
diolah dan disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang berlaku. Seni tari yang terkenal dari
Aceh antara lain seudati, seudati inong, dan seudati tunang. Seni lain yang dikembangkan
adalah seni kaligrafi Arab. Kaligrafi Arab banyak terlihat pada berbagai ukiran mesjid, rumah
adat, alat upacara, perhiasan, dan sebagainnya. Selain itu berkembang seni sastra dalam
bentuk hikayat yang bernapaskan Islam, seperti Hikayat Perang Sabil.
Bentuk-bentuk kesenian Aneuk Jamee berasal dari dua budaya yang menyatu. Orang
Aneuk Jamee mengenal kesenian seudati, dabus (dabuih), dan ratoh yang memadukan
unsur tari, musik, dan seni suara. Selain itu dikenal kaba, yaitu seni bercerita tentang
seorang tokoh yang dibumbui dengan dongeng.
Suatu unsur budaya yang tidak pernah lesu di kalangan masyarakat Gayo adalah
kesenian, yang hampir tidak pernah mengalami kepunahan bahkan cenderung berkembang.
Bentuk kesenian Gayo yang terkenal, antara lain tari saman dan seni teater yang disebut
didong. Selain untuk hiburan dan rekreasi, bentuk-bentuk kesenian ini mempunyai
fungsi ritual, pendidikan, penerangan. Sekaligus sebagai sarana untuk mempertahankan
keseimbangan dan susunan sosial masyarakat. Di samping itu ada pula bentuk kesenian
bines, guru didong, dan melengkap (seni berpidato berdasarkan adat), yang juga tidak
terlupakan dari masa ke masa.
Setelah membaca, tentukan gagasan pokok dan gagasan pendukung dari teks tersebut!
Tuliskan gagasan pokok dan gagasan pendukung setiap paragraf tersebut!
Paragraf 1
Gagasan Pokok Gagasan Pendukung
16 Tematik 4 Tema 1

