Page 20 - MODUL KELAS 5 TEMA 5
P. 20
Daur hidup erat hubungannya dengan metamorfosis. Metamorfosis berasal adalah
proses pertumbuhan fisik atau biologis hewan yang memengaruhi bentuk atau struktur
tubuhnya. Pada proses metamorfosis, terjadi proses fisik, yaitu pergantian kulit, pada
serangga biasanya mengalami empat kali perubahan warna kulit, saat proses metamorfosis
berlangsung.
Berdasarkan proses perubahan bentuk tubuhnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu daur
hidup tanpa metamorfosis dan daur hidup dengan metamorfosis. Sebagian besar daur hidup
hewan tanpa mengalami metamorfosis, contohnya daur hidup kucing, anjing, dan ayam.
Sebagian kecil hewan di bumi ini mengalami metamorfosis pada daur hidupnya, contohnya
kupu-kupu dan kecoak.
1. Daur Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis
Daur hidup hewan tanpa metamorfosis adalah daur hidup hewan yang diawali dari
lahirnya atau menetasnya hewan baru yang bentuk tubuhnya sama dengan bentuk tubuh
induknya. Pada daur hidup tanpa metamorfosis hewan hanya mengalami perubahan
ukuran tubuh namun tidak mengalami perubahan bentuk. Contohnya ayam, kucing,
kambing, ikan, dan burung.
2. Daur Hidup Hewan dengan Metamorfosis
Daur hidup hewan dengan metamorfosis adalah daur hidup sekelompok hewan
yang terlahir dengan bentuk yang berbeda dengan induknya, dan mengalami perubahan
bentuk yang bertahap hingga dewasa. Berdasarkan perubahan bentuk tubuh hewan,
metamorfosis dibagi menjadi dua golongan yaitu metamorfosis sempurna dan tidak
sempurna.
a. Metamorfosis sempurna
Metamorfosis sempurna dialami oleh hewan yang pada saat lahir memiliki bentuk
tubuh yang sangat berbeda sekali dengan induknya. Hewan ini harus melalui
beberapa tahap untuk memiliki tubuh yang sama dengan hewan dewasa. Hewan
yang mengalami metamorfosis sempurna yaitu kupu-kupu, nyamuk, katak, ngengat,
dan lalat. Nyamuk dan kupu-kupu memiliki empat tahapan dalam daur hidupnya.
1) Daur hidup nyamuk
Nyamuk berkembang biak diawali dengan bertelur dan sering kita jumpai di
permukaan air yang menggenang. Telur nyamuk akan menetas menjadi larva.
Larva nyamuk sering disebut jentik-jentik atau tempayak. Larva nyamuk lebih
banyak menghabiskan waktunya untuk makan. Tahap selanjutnya, kegiatan
larva makin berkurang dan berubah menjadi kepompong atau pupa. Setelah
beberapa saat, pupa berubah menjadi nyamuk dewasa.
2) Daur hidup kupu-kupu
Daur hidup kupu-kupu dimulai dari telur. Telur
kupu-kupu biasanya berada di permukaan
daun. Telur menetas menjadi ulat. Ulat
memakan dedaunan untuk mempertahankan
hidupnya, setelah itu ulat membuat sarang
dengan air liurnya. Air liurnya mengeras
membentuk semacam benang sutra, benang
itu menutup seluruh tubuh ulat. Keadaan ulat
yang terbungkus benang itu disebut
kepompong. Setelah itu kepompong berubah menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu
dewasa berkembang biak dengan bertelur. Dari telur ini, daur hidup kupu-kupu
dimulai lagi.
100 Tematik 5 Tema 5 Ekosistem

