Page 74 - MODUL KELAS 5 TEMA 5
P. 74
2. Jelaskan kedudukan bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa!
Jawab: ...........................................................................................................................
3. Bagaimana cara menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia?
Jawab: ...........................................................................................................................
4. Sebutkan bentuk cinta tanah air!
Jawab: ...........................................................................................................................
5. Mengapa kita harus bangga sebagai bagian dari NKRI?
Jawab: ...........................................................................................................................
Ayo Menulis 3.4 dan 4.4 PPKn
Kamu tentu sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa saat berkomunikasi.
Mulai dari percakapan langsung, lewat telepon, atau melalui media yang lain. Sekarang
cobalah untuk menceritakan pengalamanmu menggunakan bahasa Indonesia saat sedang
berkomunikasi!
Ayo Belajar 3.3 dan 4.3 SBdP
Topeng Khas Beberapa Daerah di Indonesia
Topeng telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Topeng secara
luas digunakan dalam tari topeng yang menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan
kembali cerita-cerita kuno dari para leluhur. Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan
roh-roh leluhur yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng
masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari. Beberapa topeng di Indonesia
pun digunakan sebagai hiasan di dalam rumah atau di luar rumah. Berikut beberapa macam
topeng berdasarkan tempat asalnya.
1. Topeng Cirebon
Topeng Cirebon yang semula berpusat di keraton-keraton, kini tersebar di lingkungan
rakyat petani pedesaan. Seperti umumnya kesenian rakyat, maka Topeng Cirebon
juga dengan cepat mengalami perubahan. Proses transformasi tersebut berakhir
dengan keadaannya yang sekarang, yakni berkembangnya berbagai “gaya” Topeng
Cirebon, seperti Losari, Selangit, Kreo, Palimanan serta berkembang di pelosok-pelosok
Kecamatan, antara lain Klangenan, Plumbon serta Arjawinangun, sedangkan di Kota
Cirebon sendiri sudah tergeserkan oleh kesenian yang lebih modern.
Meskipun demikian, masih terlihat adanya kultur keraton yang mengajarkan adab
kebangsawanan dalam pementasannya yang berbaur dengan kultur rakyat yang
sederhana dilihat dari pakaian yang dikenakan para penarinya. Dalam pengangkatan
karakter topeng sangat ter ekpresi oleh pola-pola gerakan tubuh para penari, sehingga
tari topeng Cirebon ini sangat indah dalam pementasannya.
2. Topeng Yogyakarta
Dalam pagelaran Wayang Wong yang diciptakan oleh Hamengku Bhuwono I (1755-
1792) dalam pengekspresian karakter gerak tari tokoh-tokoh wayang untuk peran kera
dan raksasa dalam pentas Ramayana maupun Mahabharata pemainnya dilengkapi
dengan pemakaian topeng, sedangkan untuk tokoh satria dan wanita tidak mengenakan
topeng.
Dalam pementasan Wayang Orang Gedog punakawan Pentul dan Tembem
mengenakan topeng separuh muka sehingga dapat berdialog secara leluasa tanpa
mengangkat topeng. Lain halnya dengan pementasan ceritera Panji para pemainnya
154 Tematik 5 Tema 5 Ekosistem

