Page 75 - MODUL KELAS 4 TEMA 4
P. 75

Hati Sima terasa ciut. Mungkinkah hujan datang seperti itu? Tak lama kemudian,
                  butiran air hujan mulai turun, semakin lama semakin deras disertai angin kencang.
                      Hujan membasahi Sima dan sekitarnya. Ia mencoba berlindung di bawah sehelai daun,
                  tetapi angin dengan kuat mengguncang-guncang daun hingga putus dari rantingnya. Sima
                  terlempar ke tanah.
                      Dengan susah payah, Sima memanjat ke pohon mangga. Dilihatnya samar-samar
                  sarang  yang  dibuat  teman-teman  terlindung  kokoh  dan  aman. Air  deras  dan  angin
                  menerjangnya berkali-kali.
                      Sima mencoba bertahan dan terus berusaha merayap ke atas. Di bawah, air hujan
                  mulai membanjiri tanah. Jika ia terpeleset dan jatuh, air akan segera menenggelamkannya
                  dan ia akan mati.
                      Ketika berhasil mencapai sebuah sarang, Sima mengetuk-ngetuk pintu, tetapi tak ada
                  yang membukakan. Ia mencoba ke sarang lain, tetapi tak ada yang menjawab. Sima sangat
                  ketakutan karena hari semakin gelap dan hujan tidak kunjung reda.
                      Ia mulai menangis dan menyesali kemalasannya. Ia terus berkata pada dirinya,
                  “Seharusnya aku mendengar kata-kata Pak Bijak…, seharusnya aku tidak malas.”
                      Akhirnya Sima tiba di sarang terakhir yang dihuni Pak Bijak dan teman-teman. Sima
                  mengetuk pintu kuat-kuat. Sekuat tenaga, ia berteriak minta tolong dan meminta maaf
                  atas kesombongan dan kemalasannya.
                      Tubuh Sima lemas dan kedinginan. Ketika pegangan Sima mulai lemah dan nyaris
                  jatuh ke bawah, tiba-tiba pintu sarang terbuka dan beberapa tangan terulur meraih dan
                  memasukkannya dengan cepat ke dalam sarang. Kemudian semua menjadi hangat dan
                  kering.
                  Hujan turun terus-menerus selama seminggu. Para semut dapat tinggal di sarang yang
                  nyaman dan cukup makanan karena mereka mau bekerja keras.
                      Sima, yang akhirnya ditolong oleh Pak Bijak dan teman-temannya, sangat malu
                  dengan sikapnya yang sombong dan malas. Ia menyesali perbuatannya dan berjanji
                  dengan sungguh-sungguh tidak akan sombong dan malas bekerja lagi.

                         Ayo Diskusi                                      3.1 dan 4.1 PPKn


                 Diskusikan bersama teman semejamu! Diskusikan tentang sila-sila Pancasila yang terdapat
                 pada teks cerita tersebut! Tuliskan hasil diskusimu pada buku tugasmu!
















                     Kerjakan di Rumah                       3.5 dan 4.5 Bahasa Indonesia



                 Mintalah orang tuamu membacakan cerita! Kemudian, temukan nilai-nilai yang dapat kamu
                 ambil dari cerita yang disampaikan oleh orang tuamu!




                                          Tematik 4 Tema 4 Berbagai Pekerjaan                        75
   70   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80