Page 171 - uu ciptakarya Master
P. 171

Peraturan Perundang-undangan

           (1)  Selama  penyelesaian  Perselisihan  Hubungan Industrial,
               Pengusaha dan Pekerja/Buruh harus tetap melaksanakan
               kewajibannya.
           (2)  Pengusaha dapat melakukan tindakan skorsing kepada
               Pekerja/Buruh yang sedang dalam proses Pemutusan
               Hubungan Kerja dengan tetap membayar Upah beserta hak
               lainnya yang biasa diterima Pekerja/ Buruh.
           (3)  Pelaksanaan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat
               (1) dilakukan sampai dengan selesainya proses penyelesaian
               Perselisihan Hubungan Industrial sesuai tingkatannya.

           Pasal 157A
               Ayat (1)
                   Cukup jelas.
               Ayat (2)
                   Yang dimaksud dengan “hak lainnya” yaitu hak- hak
                   lain  yang diatur  dalam  Perjanjian  Kerja,  Peraturan
                   Perusahaan dan Perjanjian Kerja Bersama.

                   Contoh: hak cuti yang belum diambil dan belum gugur.
               Ayat (3)
                   Yang    dimaksud     “sesuai    tingkatannya”    adalah
                   penyelesaian perselisihan  di  tingkat  bipartit  atau
                   mediasi/konsiliasi/arbitrase atau pengadilan Hubungan
                   Industrial.

                                      Pasal 158
           (1)  Pengusaha dapat memutuskan hubungan kerja terhadap
               pekerja/buruh  dengan alasan pekerja/buruh  telah
               melakukan kesalahan berat sebagai berikut :

               a.  melakukan penipuan, pencurian, atau penggelapan
                   barang dan/atau uang milik perusahaan;

               b.  memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan
                   sehingga merugikan perusahaan;



                                         161          Biro Hukum  Kemnaker R.I
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176