Page 49 - uu ciptakarya Master
P. 49

Peraturan Perundang-undangan

           Pasal 41
               Karena upaya perluasan kesempatan kerja mencakup lintas
               sektoral, maka harus disusun kebijakan nasional di semua
               sektor yang dapat menyerap tenaga kerja secara optimal.
               Agar kebijakan nasional tersebut dapat dilaksanakan
               dengan baik, maka pemerintah dan masyarakat bersama-
               sama mengawasinya secara terkoordinasi.

                                       BAB VIII
                       PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING


                                       Pasal 42
           (1)  Setiap pemberi kerja yang  mempekerjakan  tenaga kerja
               asing wajib memiliki izin tertulis dari Menteri atau pejabat
               yang ditunjuk.
           (2)  Pemberi kerja orang perseorangan dilarang mempekerjakan
               tenaga kerja asing.
           (3)  Kewajiban  memiliki  izin  sebagaimana dimaksud  dalam
               ayat (1), tidak berlaku bagi perwakilan negara asing yang
               mempergunakan  tenaga kerja asing sebagai pegawai
               diplomatik dan konsuler.
           (4)  Tenaga  kerja asing dapat dipekerjakan  di Indonesia
               hanya  dalam hubungan kerja untuk  jabatan tertentu
               dan waktu tertentu.
           (5)  Ketentuan mengenai jabatan tertentu dan waktu
               tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat (4)
               ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
           (6)  Tenaga kerja asing sebagaimana dimaksud dalam ayat (4)
               yang masa kerjanya habis dan tidak dapat di perpanjang
               dapat digantikan oleh tenaga kerja asing lainnya.     4


           4    Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 66/PUU-XVIII/2020 tanggal 25 November
           2020, menyatakan mengabulkan penarikan  kembali permohonan  para Pemohon.
           Permohonan Nomor  66/PUU-XVIII/2020 mengenai pengujian Pasal  42 ayat (4)
           terkait frasa “jabatan tertentu” dan frasa “waktu tertentu”, serta Pasal 42 ayat (5)


                                          39          Biro Hukum  Kemnaker R.I
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54