Page 78 - uu ciptakarya Master
P. 78

Peraturan Perundang-undangan

           (3)  Penyedia jasa pekerja/buruh merupakan bentuk usaha
               yang berbadan hukum dan memiliki izin dari instansi yang
               bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.
           (4)  Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
               ayat (1),  ayat  (2)  huruf  a,  huruf b,  dan huruf d  serta
               ayat (3)  tidak terpenuhi, maka demi  hukum status
               hubungan kerja antara pekerja/buruh dan perusahaan
               penyedia jasa pekerja/buruh beralih menjadi hubungan
               kerja antara pekerja/buruh dan perusahaan  pemberi
               pekerjaan. 11
           Pasal 66
               Ayat (1)
                   Pada pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan
                   usaha pokok atau kegiatan yang berhubungan
                   langsung dengan proses produksi, pengusaha  hanya
                   diperbolehkan mempekerjakan pekerja/buruh dengan
                   perjanjian  kerja  waktu  tertentu  dan/atau perjanjian

           (7) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
           Tahun  1945  dan tidak memiliki kekuatan  hukum  mengikat sepanjang
           dalam perjanjian kerja tersebut tidak disyaratkan  adanya  pengalihan
           perlindungan hak-hak bagi pekerja/buruh yang objek kerjanya tetap ada,
           walaupun terjadi pergantian perusahaan  yang melaksanakan sebagian
           pekerjaan borongan dari perusahaan lain atau perusahaan penyedia jasa
           pekerja/buruh.
           11   Ada 2 (dua) Putusan Mahkamah Konstitusi:
           1)  Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 96/PUU-XI/2013 tanggal 7 Mei 2014,
             menyatakan menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya.
           2)  Putusan  Mahkamah  Konstitusi Nomor 7/PUU-XII/2014 tanggal 4
             November 2014, menyatakan mengabulkan permohonan para Pemohon.
             Frasa “demi hukum” dalam Pasal 59 ayat (7)  bertentangan dengan
             Undang-Undang  Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan
             tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai
             “Pekerja/buruh dapat meminta pengesahan nota pemeriksaan pegawai
             pengawas ketenagakerjaan kepada Pengadilan Negeri setempat dengan
             syarat:
             1.  Telah dilaksanakan  perundingan  bipartit namun  perundingan
                bipartit tersebut tidak mencapai kesepakatan atau salah satu pihak
                menolak untuk berunding; dan
             2.  Telah  dilakukan   pemeriksaan   oleh   pegawai   pengawas
                ketenagakerjaan berdasarkan peraturan perundang-undangan”.


           Biro Hukum  Kemnaker R.I      68
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83