Page 6 - F_A310190249_Citra Dewi Ayundhasari_Pengembangan Media Pembelajaran dan TIK
P. 6
Nah bagaimana contoh surat pribadi di atas? Tentunya dalam sebuah surat pasti ada maksud
tertentu dari penulis surat kepada penerimanya. Kali ini kalian diminta untuk mengidentifikasi
kemudian menyimpulkan sebuah surat pribadi. Agar kalian mudah menyimpulkan isi dari surat
pribadi, kalian harus mengidentifikasi surat pribadi terlebih dahulu. Yang perlu kalian ketahui
diantaranya: unsur-unsur surat pribadi, struktur surat pribadi, dan kebahasaan surat pribadi.
Materi pokok
1. Unsur-unsur surat pribadi
Menurut Nadya (2020) dalam surat pribadi juga memiliki unsur, berikut adalah unsur-unsur
dalam surat pribadi:
A. Pembuka
Unsur pembuka terbagi menjadi dua, di antaranya:
1) Tanggal Penulisan Surat: Unsur ini terdiri dari nama kota tempat menulis surat, tanggal,
bulan, dan tahun penulisan surat.
2) Alamat Surat: Pada bagian alamat surat, perlu dituliskan nama penerima surat beserta
alamat tempat tinggalnya.
3) Salam Pembuka: Bagian ini menjadi sapaan yang harus ditulis sebelum memasuki isi
surat.
B. Isi
Bagian isi mengandung maksud penulis mengirimkan surat. Biasanya, isi berupa kesan,
pesan, harapan, hingga perasaan kepada penerima surat.
C. Penutup
Bagian penutup terbagi menjadi dua, yaitu:
1) Salam Penutup: Sapaan yang digunakan untuk mengakhiri isi surat.
2) Identitas Pengirim Surat: Bagian ini berisi nama terang, alamat, dan tanda tangan
pengirim surat.
2. Struktur surat pribadi
Menurut Nadya (2020) dalam surat pribadi juga memiliki struktur surat, berikut merupakan
struktur surat pribadi:
A. Alamat dan Tanggal Penulisan Surat
Pada bagian tersebut pembuat surat menuliskan alamatnya secara singkat serta tanggal surat
itu dibuat.
B. Salam Pembuka
Salam pembuka adalah cara penulis surat memulai komunikasi lewat surat pribadi.
Beberapa kata yang sering dipakai sebagai salam pembuka, Contohnya: salam, salam
sejahtera, dear…, dan lain-lain
C. Paragraf Pembuka
Kalimat di paragram pembuka biasanya berbentuk pertanyaan tentang kabar si penerima
surat. Contohya:
“Hai Udin, apa kabar? Bagaimana keadaan mu di sana. Sudah lama kita tidak bertemu,
pasti kamu sudah tambah sukses sekarang…”
4

