Page 7 - F_A310190249_Citra Dewi Ayundhasari_Pengembangan Media Pembelajaran dan TIK
P. 7

D.  Paragraf Isi
                   Pada  bagian  tersebut  tempat  dimana  si  penulis  surat  menggambarkan  inti  atau  tujuan
                   dibuatnya surat tersebut. Suatu surat pribadi juga wajib mempunyai tujuan yang jelas serta
                   disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Contohnya:
                   “Udin, sahabat kecilku yang baik. Banyak yang terjadi di kampung kita sejak kamu pergi
                   ke kota. Banyak pembangunan infrastruktur yang dibuat pemerintah, lau sekarang banyak
                   lowongan pekerjaan di sini. Saya mau mengajak kamu bekerja di perusahaan keluargaku
                   yang telah berkembang…”
               E.  Paragraf Penutup
                   Paragraf tersebut dipakai untuk menutup atau mengakhiri surat pribadi. Kata-kata yang
                   sering dipakai ialah harapan, mohon diri, permintaan maaf, dsb. Contohnya:
                   “Udin, sekian dulu surat saya. Kalau sempat, tolong dibalas ya. Jangan lupa, sampaikan
                   salam dari aku untuk Mama dan Papa mu…”

               3.  Kebahasaan surat pribadi
                       Bahasa yang digunakan dalam menulis surat sangat penting, kepada siapa kita akan
                   menulis  harus  diperhatikan.  Bahasa  dapat  mencerminkan  perilaku  penulis  dalam
                   menyampaikan sesuatu. Menurut Tarigan (2013: 33) menjelaskan tulisan pribadi sebagai
                   berikut:  Tulisan  pribadi  adalah  suatu  pernyataan  dari  gagasan-gagasan  serta  perasaan-
                   perasaan kita mengenai pengalaman kita yang ditulis, baik bagi kesenangan kita sendiri,
                   maupun  bagi  kepentingan  dan  kenikmatan  sanak  keluarga  atau  sahabat  karib.  Tulisan
                   pribadi dapat ditandai oleh:
                   a.  Bahasa yang alamiah, biasa, wajar, sederhana;
                   b.  Ujaran yang normal, biasa, dengan kebiasaan-kebiasaan sintaksis sehari-hari.

                       Menurut  Soedjito  &  Solchan  (2016:  33)  dalam  menulis  surat  pribadi  sebaiknya
                   menggunakan  bahasa  efektif.  Bahasa  efektif  ini  ditulis  dalam  surat  pribadi  untuk
                   menyampaikan tujuan yang dimaksud pengirim dengan padat dan jelas. Kegunaan bahasa
                   efektif ini agar pembaca tidak jenuh atau bosan dalam membaca surat yang ditulis oleh
                   pengirim. Bahasa efektif ialah bahasa yang secara tepat dapat mencapai sasarannya. Bahasa
                   efektif dapat dikenali dari pemakaian bahasa yang:
                   a.  Sederhana  Sederhana  berarti  bersahaja,  lugas,  mudah,  tidak  berbelit-belit  baik
                       pemakaian  kata-katanya  maupun  kalimat-kalimatnya.  Untuk  itu,  hendaklah  dipakai
                       kata-kata yang biasa dan lazim.
                   b.  Ringkas Kalimat yang ringkas umumnya lebih tegas dan mudah dipahami, sedangkan
                       kalimat yang panjang biasanya lemah dan kabur serta tidak cepat dipahami maksudnya.
                   c.  Jelas Jelas berarti tidak samar-samar, tidak meragukan, tidak mendua makna, atau tidak
                       menimbulkan salah paham.
                   d.  Sopan Sopan berarti hormat dengan takzim, tertib menurut adat yang baik, atau baik
                       kelakuannya.  Dalam  surat-menyurat  resmi  bahasa  sopan  itu  dapat  dicapai  dengan
                       beberapa cara sebagai berikut.
                       1)  Menggunakan kata-kata yang sopan/halus
                       2)  Menggunakan kata sapaan atau kata ganti
                       3)  Menggunakan kata-kata resmi (bukan kata sehari-hari)




                                                            5
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12