Page 3 - Dakwah Nabi Saw di Makkah1
P. 3

Dalam  awal  perkembangannya  Muhammad  disusui  dan  dibesarkan  oleh  ibu

                   kandungnya sendiri; Aminah binti Wahab. Setelah itu Muhammad disususi oleh Tsuaibah
                   Aslamiah  yang  merupakan  budak  pamannya  Abu  Lahab.  Setelah  itu  Muhammad  kecil

                   sususi oleh Halimah binti Abi Dzuaib As sa’diyah, istri al-Harits bin Abd al’Uzza. pada
                   usia  kurang  dari  enam  tahun  terjadilah  pristiwa  pembelahan  dada  Muhammad  untuk

                   mengeluarkan  bagian syaitan  darinya oleh  malaikat Jibril dan kejadian  itu disampaikan
                   pada  ibunya.  Setelah  kejadian  itu  tahun  Muhammad  diasuh  ibunya  sendiri  pada  usia

                   kurang dari enam tahun. Ketika Muhammad berusia enam tahun, ibunya tercinta, Aminah

                   binti  Wahab  meninggal,  dimakamkan  di  Abwa.  Ketika  ia  dalam  perjalanan  pulang
                   bersama  Muhammad  dan  ditemani  oleh  Ummu  Aiman  menuju  Makkah  setelah

                   mengunjungi paman-pamnya dari Bani Adiy bin Najjar di Madinah.
                       Sepeninggal ibunya, menurut Syihab, Muhammad kecil diantarkan oleh Ummu Aiman

                   kepada  Kakenya,  Abd  al  Mutthalib.  Sejak  itu  Muhammad  dibawah  pengawasan  dan
                   asuhan abdul Mutthalib. Abd al Mutthalib sangat menyayangi Muhammad melebihi anak-

                   anaknya  sendiri.  Namun  2  tahun  setelah  itu  Abdul  Muthalib  wafat  karena  sudah  usia

                   lanjut.  Saat  itu  usia  Muhammad  8  tahun.  Tanggung  jawab  selanjutnya  beralih  kepada
                   pamannya, Abu Thalib. Meski Abu Thalib bukanlah orang kaya,

                       tetapi  ia  cukup  perhatian  dalam  merawat  dan  mendidik  Muhammad  Saw  hingga

                   dewas,  meski  Abu  Thalib  memilik  banyak  anak.  Seperti  juga  Abdul  Mutthalib,  Abu
                   Thalib  adalah  tokoh  yang  disegani  dan  dihormati  orang  Quraiys.  Muhammad  berada

                   dalam  asuhan  dan  lindungan  Abu  Thalib  hingga  tahun  ke-10  kenabian,  setelah  itu
                   pamannya meninggal.

                       Dalam usia muda muda Muhammad hidup sebagai pengembala kambing keluarganya
                   dan  kambing  penduduk  Makkah.  Melalui  kegiatan  pengembalaan  ini  dia  menemukan

                   tempat untuk berfikir dan merenung. Dalam suasana demikian, dia ingin melihat sesuatu

                   dibalik semuanya. Pemikiran dan perenungan ini membuatnya jauh dari segala pemikiran
                   nafsu  duniawi,  sehingga  terhindar  dari  berbagai  macam  noda  yang  dapat  merusak

                   namnaya, karena itu sejak muda dijuluki al-amin, orang yang terpercaya.
                       Menurut al-Khudhari mengatakan bahwa ketika Muhammad berusia 12 tahun beliau

                   dibersama  pamannya,  Abu  Thalib  melakukan  perjalanan  ke  Syam  untuk  berdagang
                   bersama rombongan kafilah, para saudagar dari Makkah. Setibanya di Bashrah di awasi

                   oleh seorang pendeta yang dikenal dengan Buhaira, meski nama sebenarnya adalah Jirjis

                   (george).  Setelah  rombongan  Abu  Thalib  berhenti  dan  beristirahat,  Buhaira  menemui
                   mereka layaknya menyambut tamu. Setelah itu, ia menjelaskan kepada Abu Thalib bahwa

                   anak ini kan menjadi utusan Allah. Buhaira mengenalinya dari sifat-sifat kenabian pada

                 Sejarah Kebudayaan Islam MTs Kelas VII                                                20
   1   2   3   4   5   6   7   8