Page 5 - Dakwah Nabi Saw di Makkah1
P. 5

khadijah Nabi Muhammad di karuniai  beberapa anak  yaitu ; Qasim, Abdullah, Zainab,

                   Ruqaiyah, Ummu Kulsum dan Fatimah. Muhammad hidup bersama Khadijah selama 25
                   tahun dan tidak pernah menikah dengan perempuan lain selama Khadijah masih hidup.

                       Ada sebuah kejadian penting yang perlu di contoh sebagai tindakan bijak dari seorang
                   Muhammad  Saw.  Pada  usia  35  tahun  datanglah  banjir  bandang  di  Makkah  sehingga

                   merusak  dinding  Kakbah,  maka  orang-orang  Quraisy  bermaksud  merenovasi  Kakbah
                   denganmerobohkan  kakbah  dulu  untuk  meninggikanya  dan  membangun  atap.  Maka

                   berkumpullah  suku-suku  Quraisy  untuk  merencanakan  pembangunan  itu.  Akan  tetapi

                   mereka takut  merobohkanya karena kedudukan  Kakbah di  hati  mereka.  Maka al-Walid
                   ibnu  Mughirah  berkata:  apakah  dengan  merobohkanya  kalian  ingin  memperbaiki  atau

                   merusaknya?, maka mereka menjawab: kami ingin memperbaikinya. Al-Walid berkata :
                   sesungguhnya Allah tidak membinasakan orang-orang yang memperbaikinya. Maka Walid

                   mulai merobohkanya dan mereka mengikutinya.
                       Kemudian  orang-orang  Quraisy  membongkar  dan  merobohkan  Kakbah  hingga

                   mencapai maqom Ibrahim. Maka mereka keluarkan Hijr darinya dan memulai membangun

                   dinding Kakbah. Adapun yang memimpin pembangunan ini adalah seorang tukang kayu
                   yang  bernama  Baqum.  Para  pemuka  Quraisy  membawa  batu-batu  di  atas  leher-leher

                   mereka, diantara mereka adalah al-Abbas dan Rasulullah. Untuk setiap rukun dikhususkan

                   sekelompok  pembesar  yang  mengangkut  batu  batu  kesitu,  kemudian  membangunnya
                   kembali.

                       Ketika pembangunan sudah sampai pada peletakan kembali batu hajar al-Aswad, maka
                   mereka  bermaksud  meletakkan  Hajar  al-Aswad  pada  tempatnya  semula,  maka  para

                   pemuka  mereka  berselisih  tentang  siapa  yang  berhak  meletakkanya.  Mereka  berebut
                   melakukan  ini  hingga  nyaris  berkobar api peperangan diantara  mereka. Perselisihan  ini

                   terjadi  selama  empat  hari  empat  malam.  Perselisihan  itu  terus  memuncak  dan

                   dihawatirkan  akan  memicu  terjadinya  peperangan  antar  suku,  maka  Abu  Umayyah  Al-
                   Mughirah  Al Makzumi paman  Khalid  ibnu  Walid  yang  merupakan orang tua kalangan

                   orang Quraisy berkata : Hai kaumku, janganlah kalian bertengkar dan putuskan siapa yang
                   kalianridhai keputusanya. Lalu mereka menjawab: kami serahkan urusan ini kepada orang

                   pertama yang masuk Kakbah memalui pintu masjid. Pendapat ini disetujui oleh mayoritas
                   kabilah.  Mereka  puas  Setelah  mengetahui  ternyata  yang  masuk  ke  Kakbah  lewat  pintu

                   Masjid  adalah  Muhammad.  Maka  mereka  berkata  kami  setuju  dengan  Muhammad  Al-

                   Amin.






                 Sejarah Kebudayaan Islam MTs Kelas VII                                                22
   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10