Page 41 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 41
melihat, membaca) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang
dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, serta benda-benda
yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis,
dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak
sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia.
2. Kompetensi Dasar (KD)
3.3 Mengenal makna al-Asmāul al-Husnā: al-Quddūs, as-Salām, al-Khāliq.
4.3 Melafalkan al-Asmāul al-Husnā: al-Quddūs, as-Salām, al-Khāliq dan
maknanya.
3. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik mampu melakukan hal-hal berikut ini.
a. Mendemonstrasikan pelafalan al-Khāliq dengan benar.
b. Menyebutkan arti al-Khāliq dengan benar.
4. Pengembangan Materi
Allah al-Khāliq, Allah Maha Pencipta
Allah Swt., menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan qudrat-
Nya, tetapi Allah Swt. menciptakan alam semesta dan seluruh isinya ini
hanya dengan mengatakan kūn (jadilah) fayakūn (maka jadilah apa yang
dikehendaki-Nya), tanpa bantuan sedikit pun dari makhluk-Nya. Mahkhluk
hidup hanya diciptakan oleh Allah Swt. Ia menciptakan ruang dimensi
dan waktu namun Allah Swt. tidak bisa diukur dengan ruang, dimensi dan
waktu.
Allah Swt. Maha Tinggi, tapi tidak bisa diukur dengan ketinggian, Maha
Besar tidak bisa diukur panjang kali lebar. Allah Swt. tidak bisa diukur
dengan volume atau masa jenis. Hanya Allahlah yg mengetahui berapa
banyak tetesan air hujan yang jatuh ke bumi dan jumlah butiran-butiran
pasir di lautan, hanya Dia yang mengetahui berat sebuah gunung, dan
besarnya gunung itu tidak dapat menghalangi pandangan-Nya. Secerdas
apapun manusia, namun mereka hanya dapat meneliti apa yang tampak dari
makhluk ciptaan-Nya.
Seandainya seluruh manusia yang terpandai di dunia ini berkumpul untuk
menciptakan sebutir beras saja, niscaya mereka semua tidak akan mampu,
Allah Swt, menciptakan dan mengatur tata surya yang berputar pada
porosnya, padahal di dalam bumi tidak ada mesin penggerak. Jika bumi ini
keluar dari porosnya beberapa derajat saja, maka planet akan bertabrakan,
Allah Swt., menciptakan matahari dan mengatur jaraknya dari bumi, jika
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 29

