Page 160 - SENI BUDAYA KLS 9 - BUKU GURU
P. 160

smpyapiaparung ©®
   smpyapiaparung ©®


                 D.  Merancang Tata Cahaya
                     1.  Pilihlah naskah lakon yang akan dipentaskan.

                     2.  Pelajari naskah lakon yang akan dipentaskan tersebut.
                     3.  Identifi kasikan ada berapa macam titik dan jenis cahaya yang
                        ada dalam naskah lakon tersebut.
                     4.  Buatlah gambar denah cahaya sesuai dengan keterangan yang
                        ada dalam naskah lakon tersebut.

                     5.  Gambar rancanganmu harus mengacu pada tujuan tata cahaya
                        dalam pementasan.

                     6.  Warnailah gambar denah cahaya itu sesuai dengan tata cahaya
                        yang akan diwujudkan.














                                   Gambar d.4                       Gambar d.6
                                Sumber: Kemendikbud              Sumber: Kemendikbud

                                                TATA CAHAYA
                      Tata cahaya, yaitu pengaturan sinar atau cahaya lampu untuk
                  menerangi dan menyinari arena permainan serta menimbulkan efek
                  artistik. Tata cahaya sebelum menggunakan lampu-lampu listrik
                  yang ada sekarang ini, maka pertunjukan masih memanfaatkan
                  sinar matahari sebagai sumber penerangannya. Setelah manusia
                  mengenal api sebagai sumber pemanas dan penerang, maka manusia
                  memanfaatkan api sebagai alat penerang pementasan.

                      Mula-mula, manusia memakai api unggun sebagai alat penerangan
                  dan sekaligus sebagai alat pemanas, kemudian setelah ditemukan
                  minyak, maka alat penerang berkembang menjadi obor, blencong,
                  cempor, dan lain sebagainya. Keterbatasan intensitas penerangan
                  dari api, justru memberikan pengaruh yang indah terhadap gerak-
                  laku pemeran bahkan mampu menimbulkan efek magis dan mungkin
                  sulit didapat pada teater yang tidak menggunakan cahaya seperti itu.
                  Goyang-goyang lidah api ditiup angin menimbulkan efek gelap-terang
                  yang mengundang suasana yang artistik.




                                                                           Seni Budaya       149
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165