Page 144 - Bahasa Inggris SMP KK A signed
P. 144
Kegiatan Pembelajaran 3
Pada teks diatas terdapat salah satu piranti kohesi yakni referensi. Kata ganti
(pronoun) ‘my mother and I’ muncul kembali pada kalimat lain sebagai ‘we’. Ini
menunjukkan bahwa‘we’ memiliki referensi yang jelas. Kata ini digunakan berkali-
kali dan pembaca tetap bisa mengerti bahwa ‘we’ berarti ‘my mother and I’.
Selanjutnya pada teks tersebut juga terdapat piranti kohesi yang lain yang
disebut lexical chain atau untaian leksikal. Pada teks diatas, penulis
menggunakan kata ‘food’ dan kata ini menghasilkan untaian kata yang
berhubungan seperti fruit, vegetables, meat, sugar dll. Penggunaan kata-kata
tersebut dengan tepat akan mempermudah pembaca memahami teks yang
dilahirkan oleh konteks di pasar.
Dalam teks lisan unsur-unsur teks juga sama bisa diidentifikasi dan teks lisan
yang kurang baik bisa dilihat dari contoh berikut.
A: 1. Have a chocolate, Lisa.
B: 2. The ferry just left.
A: 3. Thank you.
B: 4. Hallo (dikutip dari Eggins, dalam Emi Emilia, 2011)
Teks lisan di atas menunjukkan bahwa klausa yang satu dalam teks itu tidak
berkaitan dengan klausa yang lainnya. Kita bisa membayangkan apa yang terjadi
dalam sebuah dialog kalau setiap orang dalam dialog itu tidak merespon lawan
bicaranya dengan baik. Ketika si A dalam dialog di atas menawarkan sesuatu,
“Have a nice chocolate” maka biasanya si lawan bicara, yakni B merespon
dengan menerima atau menolak, tetapi dalam hal ini tidak, malah mengatakan
bahwa “The Ferry just left”. Demikian pula klausa ketiga dan keempat. Ketika
orang mengatakan “Thank you,” mungk in seharusnya si lawan bicara
meresponnya dengan mengatakan “My pleasure” atau “You’re welcome” atau
“That’s OK” dan bukan “Hallo”.
Dalam membuat suatu paragraf, seseorang perlu memiliki pengetahuan tentang
apa yang akan ditulis. Sebaiknya kita menulis suatu paragraf berdasarkan bidang
yang memang kita kuasai sehingga hasil tulisan karangan kita jelas terbaca arah
dan maksudnya.
58

