Page 7 - Edisi 186 Juli - Agustus 2022 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 7

Profil Santunan







                  Cinta Lansia Gunung Kawi





            LAZIS SABILILLAH – Pendengaran   tamu bercampur dengan lemari      beras tiap lansia yang di titipkan ke
           sudah terbatas, penglihatan nampak   pakainnya dan dapur yang terdapat   toko terdekat. Nantinya, penerima
           kabur dan untuk jalan saja sudah   tungku untuk masak. Kebayang tidak,   manfaat diberi kelonggaran untuk
           harus di tuntun. Begitulah sedikit   sempitnya bagaimana?           mengambil selain beras, asalkan
           gambaran tentang Mbah Sakrip.       Meskipun kondisi rumah sudah    bahan pokok tersebut senilai dengan
           Kakek berusia 70 an lebih tersebut   tidak layak, mbah sakrip ditemani   jumlah beras yang diberikan. Dengan
           adalah salah satu penerima manfaat   oleh istrinya yang lebih muda beberpaa   harapan beras tersebut mampu
           beras Cinta Lansia LAZIS Sabilillah.  tahun dengannya. Kabar baiknya,   mencukupi makanan pokok sehari-
            Rumah Mbah Sakrip jauh dari pusat   beliau  yang  mengurusi  segala   hari selama setahun.
           kota. Tepatnya di dusun Sumberdem,   kebutuhan mbah Sakrip, mulai dari   Ia menambahkan, program cinta
           di lereng Gunung Kawi Kabupaten   makan, ganti pakaian, hingga mandi.  Lansia kali ini, menyusur ke pedesaan
           Malang. Untuk sampai disana, kita   Namun, untuk bisa makan sehari-  yang plosok. Sebab, Ia mengingkan
           harus melewati beberapa bukit dengan   hari, sang istri harus berkililing kampung   jangkauan penerima manfaat dari
           jalan yang berliku. Perjalanan itu,   untuk mencari sisa kopi yang jatih dari   LAZIS Sabilillah lebih luas lagi.
           memakan waktu dua jam dari kota   perkebunan (leles). Nantinya, kopi itu   “Tidak hanya di kota saja. Daerah
           Malang.                           dijual 25 rb per kilonya kepada pengepul.   wajak, dampit dan beberapa keca-
            Setiba di lokasi, kondisi rumahnya   “Kalau setiap hari ya ndak ada sekilo   matan kabupaten Malang sudah kia
           sudah lapuk. Dindingnya tidak terbuat   mas,” ucapnya.              kunjungi untuk kita tebar beras Cinta
           dari batu bata, hanya triplek kalsebot.   Karena itu, untuk makan sehari-hari   Lansia,”
           Apalagi lantai rumahnya. Tak ada   dirinya hanya mengandalkan pemberian   Di akhir, tim juga mengunjungi bapak
           alas apapun kecuali tanah yang berdiri   makanan lebih dari tetangga saja.   Poniman yang mengidap penyakit
           di rumah tersebut. Padahal, hunian   Sebab, untuk mendapatkan 25 ribu   menahun yakni stroke di usia yang
           itu terhitung baru saja dibagun oleh   saja sudah sulit.            cukup muda. Dalam kesempatan
           warga sekitar.                      “Mbah Sakrip ini merupakan satu   tersebut, pihaknya memberi santunan
            Rumah itu sangat sederhana       dari dua lansia yang diberi bantuan   uang secara tunai. Dengan harapan,
           bernuansa pedesaan pada umumnya.   oleh LAZIS Sabilillah saat ini,” ucap   uang tersebut dapat dimanfaatkan
           Hanya ada tiga ruangan. Kamar tidur   Ust. Sofian Arief pada Kamis (25/8).  untuk berobat dan kebutuhan hari-
           dengan ranjang yang penyok, ruang   Pihaknya memberi 100 kilogram   harinya.





        Masih Distribusi Beras Cinta
        Lansia. Kali ini Mbah Sakrip
       salah satu warga yang berada
        dilereng gunung Kawi juga
        turut memperoleh bantuan
          beras secara langsung.
























                                                                                           Majalah Komunitas Sabilillah   7
                                                                            Edisi: 186 / Terbit Bulan September 2022/Tahun: 09
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12