Page 17 - Edisi 102 Februari 2013 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 17

Profil Santunan





















        Terima Kasih Saya Bisa Pulang





             EBERAPA bulan yang lalu Sep-      Helmy bercerita bahwa dulu ia pernah   ketika LAZIS Sabilillah menawarkan
             tember 2012 kami kedatangan     bekerja sebagai sopir angkot di Lombok   untuk  membelikan  tiket  pulang  ke
        Bmusafir  yang  bernama  Helmy       merasakan  kerasnya  hidup  didaerah   daerah asal, ia menyampaikan bahwa
        Bafadal yang akrab dengan panggilan   dengan penghasilan prosentase antara ia   sebenarnya ia ingin bekerja dulu untuk
        HELMY. Ia berasal dari Kota Lombok   dan pemilik kendaraan yang tak sepadan   mengumpulkan uang dengan hasil jerih
        yang  ingin  mengadu  nasib  di  Kota   membuat anak semata wayang ini ingin   payahnya sendiri. Karena ia merasa bah-
        Malang. Memang cobaan yang diberikan   merubah nasib diperantauan yakni Kota   wa ia pernah berjanji pada ibunya untuk
        oleh Allah kepada hambanya bermacam-  Malang. “Awalnya Saya memang diajak   bisa pulang dengan membawa hasil.
        macam salah satu diantaranya adalah apa   dan ditawari untuk ikut bersama teman   Tanpa  banyak  pertimbangan  akh-
        yang dialaminya. Salah satu tas yang   sekampung saya yang sudah pernah ke-
        dititipkannya dibawa lari oleh temannya.   sini Pak”. Tutur Helmy.        irnya untuk sementara waktu lembaga
                                                                                  memberikan kesempatan padanya untuk
        Diantaranya berisi dompet, uang, KTP   Selang  beberapa  hari,  setelah  ber-  membantu di Masjid Sabilillah dalam
        dan  SIM  serta  beberapa  dokumen-
        dokumen penting lainnya.             pamitan  kepada  ibunya  ia  berangkat   pelayanan kepada jama’ah.
                                             bersama temannya “Awalnya naik bus     Alhamdulillah dalam beberapa hari
                                             Pariwisata sampai ke  pelabuhan Bali,   ternyata ia semangat sekali membantu di
                                             dari  Bali  menyeberang  lagi  pak  ke
                                             Banyuwangi. Setelah dari Banyuwangi   Masjid dalam pelayanan pada jama’ah,
                                                                                  diantaranya ikut membantu membersi-
                                             kami transit di Surabaya, distasiun kereta
                                             di Surabaya entah apa namanya. Dari situ   hkan tempat wudhu, kamar mandi dan
                                                                                  banyak  lainnya.  Sesuai  dengan  kon-
                                             kami melanjutkan perjalanan ke Stasiun   sekuensi yang dijanjikan oleh lembaga
                                             Kota Malang”, nah sesampainya di Kota
                                             Malang inilah pak, saya seperti sekarang   akhirnya tim LAZIS Sabilillah pun men-
                                                                                  gantarkan dan membelikan tiket serta
                                             ini”. Tambahnya lagi.
                                                                                  memberikan sedikit uang saku sebagai
                                               Yah  setelah  distasiun  itu  ia  dan   bekal pulang ke daerah asalnya.
                                             temannya beristirahat dilokasi area sta-  Begitu banyak pengalaman dan pela-
                                             siun sambil menunggu pagi. Ia sedikit   jaran hidup setelah beberapa hari mem-
                                             terkejut  ketika  ia  dibangunkan  oleh   bantu di Masjid Sabilillah tutur Helmy, “
                                             petugas stasiun keesokan harinya.  Dan     saya tidak akan melupakan bapak – bapak
                                             ia  baru  tersadar  kalau  salah  satu  tas
                                              bawaanya telah tiada. Setelah melapor   dan teman REMAS Sabilillah yang telah
                                                                                  membimbing saya dan membantu saya
                                               ke petugas stasiun setempat akhirnya   baik dari segi moril maupun materil“.
                                               ia disarankan untuk menemui pen-
                                                gurus LAZIS Sabilillah di Masjid    “Saya  akan  mengingat  ini  semua
                                                 Sabilillah untuk meminta bantuan   sebagai pelajaran hidup saya pak? “ teri-
                                                  agar bisa pulang kembali ke daerah   makasih untuk semuanya, semoga amal
                                                  asalnya.                        bapak – bapak  semua diterima oleh Allah
                                                                                  SWT sebagai amalan yang sholih.  Amin.
                                                     Ada sedikit hal yang menarik





                                                   Helmy Bafadal sesaat
                                                   setelah menerima tiket
                                                    bis malam yang akan
                                                  mengantarnya pulang ke
                                                        Lombok.


                                                                                               Majalah Komunitas Sabilillah
                                                                                         Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06  17
   12   13   14   15   16   17   18   19   20