Page 4 - Edisi 102 Februari 2013 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 4
Syi’ar
Membangkitkan Motivasi
Menghafal Al-Quran
ًِفَو :ِخٌِاَشًَنا ىَهَع ِهِسْوُزُد ٍِْي أَدْبٌَ ٌَْأ ْىِغَبٌََُْو
ًِفَو :ِخٌِاَشًَنا ىَهَع ِهِسْوُزُد ٍِْي أَدْبٌَ ٌَْأ ْىِغَبٌََُْو ُلَوأَو :ُىَهأْناَف ِىَهَأْناِب ِتَعَناَطًُنا َ و ِزاَسْكِتّناَو ِظْفِحنا
ُلَوأَو :ُىَهأْناَف ِىَهَأْناِب ِتَعَناَطًُنا َ و ِزاَسْكِتّناَو ِظْفِحنا ِوْىُهُعنا ُىَهَأ َىُهَف ِصٌِْصَعْنا ٌِآْسُقْنا ُظْفِح ِهِب ُاِدَتّْبٌَ اَي
BELAJAR dan menghafal al-Quran selama Oleh: Syafaat Dengan kata lain, “hari ini” bagi seorang
ًٍَِْن َلاإ َهْقِفناَو َثٌِْدَحْنا ٌَْىًَُهْعٌَ َلا ُفَهَسّنا ٌَاَكَو
ini identik dengan aktivitas para santri yang ِوْىُهُعنا ُىَهَأ َىُهَف ِصٌِْصَعْنا ٌِآْسُقْنا ُظْفِح ِهِب ُاِدَتّْبٌَ اَي remaja adalah miniatur kesuksesan di masa
sedang bergelut dengan pelajaran ilmu-ilmu ًٍَِْن َلاإ َهْقِفناَو َثٌِْدَحْنا ٌَْىًَُهْعٌَ َلا ُفَهَسّنا ٌَاَكَو yang akan datang. Bila “hari ini” dalam diri ٌَآْسُقْنا َظِفَح
َ ٌآْسُقْنا َظِفَح
keislaman di pondok pesantren. Sementara Artikel yang berjudul: Asrar al-Ilaj bi istima’ ila seorang remaja telah tumbuh benih-benih
para pelajar dan mahasiswa lebih sering di- al-Quran dalam situs pribadinya: www.kaheel7. kompetensi, integritas, kepemimpinan, etos
kaitkan dengan aktifitas belajar ilmu-ilmu umum com, sebagai berikut: kerja tinggi, kemungkinan besar 10 tahun atau
ٌَأ ُاِزاَقنا ْيِصٌِْصَع َكَسِبْخُأ ٌْأ ًُُُِِْكًٌَُْو
َعاًَِتّْسِاْنا
dan teknologi modern. Mungkin terbilang langka 15 tahun yang akan datang, sudah menjadi
ًِفَو :ِخٌِاَشًَنا ىَهَع ِهِسْوُزُد ٍِْي أَدْبٌَ ٌَْأ ْىِغَبٌََُْو
ِةَزْدُق ِةَداٌَِش َىنإ ْيِدَؤٌُ ٍسًَِتّْسُّي ٍمْكَشِب ٌِآْسُقْنا َىنإ
mahasiswa atau siswa hafal al-Quran ataupun َعاًَِتّْسِاْنا ٌَأ ُاِزاَقنا ْيِصٌِْصَع َكَسِبْخُأ ٌْأ ًُُُِِْكًٌَُْو orang sukses sesuai dengan yang dia kerjakan
ُلَوأَو
َمْبَقَف ،ًَِعَي َثَدَح اَي اَرَهَو ،ِعاَدْبِئْنا ىَهَع ٌِاَسَِّْئْنا
dosen dan orang tua siswa hafal al-Quran. ِةَزْدُق ِةَداٌَِش َىنإ ْيِدَؤٌُ ٍسًَِتّْسُّي ٍمْكَشِب ٌِآْسُقْنا َىنإ sekarang. :ُىَهأْناَف ِىَهَأْناِب ِتَعَناَطًُنا َ و ِزاَسْكِتّناَو ِظْفِحنا
Padahal kalau mau berkaca pada sejarah َمْبَقَف ،ًَِعَي َثَدَح اَي اَرَهَو ،ِعاَدْبِئْنا ىَهَع ٌِاَسَِّْئْنا ِوْىُهُعنا ُىَهَأ َىُهَف ِصٌِْصَعْنا ٌِآْسُقْنا ُظْفِح ِهِب ُاِدَتّْبٌَ اَي
ٍتَهًُْج َتَباَتِّك ُدٍِْجُأ َلا ُتُُْك ًََُِْأ ُسُكْذَأ ٌِآْسُقْنا ِظْفِح
2. Bersyukurlah, tidak banyak orang yang
ilmuan-ilmuan muslim yang fenomenal dalam ٍتَهًُْج َتَباَتِّك ُدٍِْجُأ َلا ُتُُْك ًََُِْأ ُسُكْذَأ ٌِآْسُقْنا ِظْفِح ًٍَِْن َلاإ َهْقِفناَو َثٌِْدَحْنا ٌَْىًَُهْعٌَ َلا ُفَهَسّنا ٌَاَكَو
ٍثْحَب ِتَباَتِّكِب ُوْىُقأ ٌََا ا
َ ًٍََُْب ،ٍحٍِْحَص ٍمْكَشِب
bidang filsafat dan sains pada abad perten- ٍثْحَب ِتَباَتِّكِب ُوْىُقأ ٌََا ا َ ًٍََُْب ،ٍحٍِْحَص ٍمْكَشِب bisa baca al-Quran َ ٌآْسُقْنا َظِفَح
ْ طَقَف ٍٍَِْيْىٌَ ْوَأ ٍوْىٌَ َلَلاِخ ًًٍِْهِع
gahan Islam, kita pasti akan mendapatkan Mensyukuri anugerah Allah adalah sebuah
segudang contoh orang-orang yang mumpuni ْ طَقَف ٍٍَِْيْىٌَ ْوَأ ٍوْىٌَ َلَلاِخ ًًٍِْهِع keniscayaan manusia sebagai hamba Allah.
di bidangnya, dan mereka rata-rata hafal dan Allah memberikan anugerah kepada hambanya
ٌَأ ُاِزاَقنا ْيِصٌِْصَع َكَسِبْخُأ ٌْأ ًُُُِِْكًٌَُْو
menguasai al-Quran. Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, Bisa saya informasikan pada para pembaca sesuai takaran takdir yang dibarengi dengan
َعاًَِتّْسِاْنا
ِةَزْدُق ِةَداٌَِش َىنإ ْيِدَؤٌُ ٍسًَِتّْسُّي ٍمْكَشِب ٌِآْسُقْنا َىنإ
al-Ghazali, Ar-Razi dll, mereka adalah sosok yang terhormat bahwa mendengarkan ayat ikhtiar maksimal. Oleh karenanya, kadar ka-
======
al-Quran secara kontinyu akan menambah
ilmuan yang komplit, rumus-rumus fisika, kimia, ====== runia yang Allah berikan kepada hambanya
َمْبَقَف ،ًَِعَي َثَدَح اَي اَرَهَو ،ِعاَدْبِئْنا ىَهَع ٌِاَسَِّْئْنا
zz
astronomi dikuasai, tafsir, hadis, fiqh juga dipa- kemampuan berinovasi, sebagaimana yang berbeda-beda satu sama lain. Allah berfirman
zz
ٍتَهًُْج َتَباَتِّك ُدٍِْجُأ َلا ُتُُْك ًََُِْأ ُسُكْذَأ ٌِآْسُقْنا ِظْفِح
hami secara mendalam. terjadi pada diri saya. Sebelum hafal al-Quran, (QS. An-Nahl:71):
Apa rahasianya? Ternyata memang saat itu saya masih ingat, saya kesulitan menulis satu ٍثْحَب ِتَباَتِّكِب ُوْىُقأ ٌََا ا َ ًٍََُْب ،ٍحٍِْحَص ٍمْكَشِب
ْ طَقَف ٍٍَِْيْىٌَ ْوَأ ٍوْىٌَ َلَلاِخ ًًٍِْهِع
ada tradisi yang kuat bahwa hafal dan faham kalimat dengan baik dan benar, sementara ِ قْشِسنا ًِف ٍضْعَب ىَهَع ْىُكَضّْعَب َمَضّ َ ف ُهَهناَو
sekarang saya mampu menulis karya ilmiah
al-Quran itu merupakan “harga mati” (tidak ِ قْشِسنا ًِف ٍضْعَب ىَهَع ْىُكَضّْعَب َمَضّ َ ف ُهَهناَو
boleh ditawar) sebelum mereka beranjak untuk hanya dalam kurun waktu satu sampai dua Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari
mempelajari ilmu-ilmu lainnya. Hal ini tercermin hari saja. sebahagian yang lain dalam hal rezki,
Untuk itu, kehadiran artikel ini dirasa penting
ِ ٌٍِْدنا ًِف ُهْهِقَفٌُ اًسٍَْخ ِهِب ُللها ِدِسٌُ ٍَْي
dalam tulisan Imam An-Nawawi dalam kitabnya untuk memotivasi dan mengarahkan maha- Rizki itu bisa berupa harta, anak, kesehatan,
ِ ٌٍِْدنا ًِف ُهْهِقَفٌُ اًسٍَْخ ِهِب ُللها ِدِسٌُ ٍَْي
ilmu dan persaudaraan. Kalau anda hari ini
“Al-Majmu”: siwa yang belum atau sedang menghafalkan ====== zz
kemampuan membaca ayat-ayat al-Quran de-
ًِفَو :ِخٌِاَشًَنا ىَهَع ِهِسْوُزُد ٍِْي أَدْبٌَ ٌَْأ ْىِغَبٌََُْو al-Quran agar mereka bergairah untuk meng- ngan baik, syukuri itu sebagai bagian dari rizki
ُلَوأَو :ُىَهأْناَف ِىَهَأْناِب ِتَعَناَطًُنا َ و ِزاَسْكِتّناَو ِظْفِحنا hafal dan harapannya, mereka kelak menjadi Allah. Tidak banyak orang yang bisa membaca
generasi Islam yang unggul dan mumpuni,
ِوْىُهُعنا ُىَهَأ َىُهَف ِصٌِْصَعْنا ٌِآْسُقْنا ُظْفِح ِهِب ُاِدَتّْبٌَ اَي sebagai “reinkarnasi” dari Al-Ghazali, Ar-Razi, ِقْشِسنا ًِف ٍضْعَب ىَهَع ْىُكَضّْعَب َمَضّ َ ف ُهَهناَو
al-Quran, hanya orang pilihanlah yang diberi
ًٍَِْن َلاإ َهْقِفناَو َثٌِْدَحْنا ٌَْىًَُهْعٌَ َلا ُفَهَسّنا ٌَاَكَو Ibnu Miskawaih dll. Salah satu tahapan utama kemampuan itu.
َ ٌآْسُقْنا َظِفَح dan pertama adalah menjadikan para maha- Nabi bersabda:
“ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh siswa muslim mau menghafal dan memahami ِ ٌٍِْدنا ًِف ُهْهِقَفٌُ اًسٍَْخ ِهِب ُللها ِدِسٌُ ٍَْي
seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al al-Quran.
َعاًَِتّْسِاْنا
ٌَأ ُاِزاَقنا ْيِصٌِْصَع َكَسِبْخُأ ٌْأ ًُُُِِْكًٌَُْو
Quran, karena ia adalah ilmu yang terpenting, Berikut ini motivasi dan alasan-alasan Barang siapa yang dikehendaki Allah men-
ِةَزْدُق ِةَداٌَِش َىنإ ْيِدَؤٌُ ٍسًَِتّْسُّي ٍمْكَشِب ٌِآْسُقْنا َىنإ
bahkan para ulama salaf tidak akan menga- ringan, realistis, praktis, tentang mengapa al- jadi orang baik, maka dia memeiliki pemahaman
jarkan hadis dan fiqh kecuali bagi siapa yang Quran itu penting untuk dihafal oleh mahasiswa. dalam agama
َمْبَقَف ،ًَِعَي َثَدَح اَي اَرَهَو ،ِعاَدْبِئْنا ىَهَع ٌِاَسَِّْئْنا
telah hafal Al Quran. “Imam Nawawi, Al Majmu’,( Pengalaman saya (penulis) mengajar mataku-
ٍتَهًُْج َتَباَتِّك ُدٍِْجُأ َلا ُتُُْك ًََُِْأ ُسُكْذَأ ٌِآْسُقْنا ِظْفِح
Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz 1. Otak, semangat, dan kesempatan Anda liah PAI (pendidikan Agama Islam) di beberapa
ٍثْحَب ِتَباَتِّكِب
: I, hal : 66. ُوْىُقأ ٌََا ا َ ًٍََُْب ،ٍحٍِْحَص ٍمْكَشِب sekarang berada di masa keemasan kampus di kota Malang, rata-rata 80% dari mereka
ْ طَقَف ٍٍَِْيْىٌَ ْوَأ ٍوْىٌَ َلَلاِخ ًًٍِْهِع
Dan menurut pengamatan penulis, sejumlah Kalau Anda seorang mahasiswa, pasti usia belum bisa baca al-Quran padahal usia mereka
mahasiswa yang menghafal al-Quran ataupun Anda masih dalam kisaran 18-24 tahun. Usia berkisar 18-20 tahun. Belum lagi kemampuan baca
tersebut masuk dalam kategori usia subur dan
yang telah hafal, memiliki tingkat kecerdasan produktif (golden age) dalam mencari ilmu, al-Quran masyarakat umum non mahasiswa, tentu
lebih banyak lagi. Jika kita tergolong orang yang
dan kreatifitas lebih dibanding lainnya. Rek-
tor Universitas Islam Negeri Maulana Malik termasuk menghafal. Terkait ini dengan usia ini, bisa baca al-Quran, maka bersyukurlah dengan
====== Syekh Alwi al-Haddad –dalam bukunya “Sabilul cara yang lebih produktif. Adakalanya dengan
Ibrahim (Maliki) Malang, Bapak Prof. Dr. Imam
zz
Suprayogo, dalam acara wisuda 2008 pernah Iddikar” (matan kitab An-Nashaih ad-Diniyyah) memperbanyak bacaan al-Quran, meningkatkan
menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun mengatakan: pemahaman kandungannya atau meneruskannya
terakhir peraih predikat mahasiswa terbaik se- َ راَخَف َ لاَف ُراَخَفْلا ُهَزَجْعأَو ً اماَع َنْيِرْشِع ىَتَفْلا َغَلَب اَذإ ke jenjang tahfidz (menghafalkan).
َ راَخَف َلاَف ُراَخَفْلا ُهَزَجْعأَو
ً اماَع َنْيِرْشِع ىَتَفْلا َغَلَب اَذإ
Mungkin tidak akan bermanfaat apa-apa,
lalu diraih oleh mahasiswa yang hafal al-Quran.
ِ قْشِسنا ًِف ٍضْعَب ىَهَع ْىُكَضّْعَب َمَضّ َ ف ُهَهناَو ْهَنِّهِدْعَ ْهَنِّهِدْعَب ْنِم َ تْشِع َام َتْدُس لاَف ْباَبَشلا يلاَيَل يف ْدُسَت ْمَل اَذإ apabila kemampuan baca al-Quran yang
ْباَبَشلا يلاَيَل يف ْدُسَت ْمَل اَذإ
َ تْشِع َام َتْدُس لاَف
Hal yang sama juga dibuktikan oleh keluarga ب ْنِم
Bapak Mutammimul Ula. Kesepuluh putra pu- dimiliki itu tidak diamalkan secara istiqamah.
trinya yang sedang menghafal al-Quran itu Ketika usia remaja menginjak 20 tahun dan Sebagaimana pisau, ia tidak akan berarti
rata-rata menjadi pelajar dan mahasiswa terbaik tidak memiliki kebanggaan, maka tidak akan apa-apa bila tidak digunakan untuk keperluan
ِ ٌٍِْدنا ًِف ُهْهِقَفٌُ اًسٍَْخ ِهِب ُللها ِدِسٌُ ٍَْي
di sekolah mereka masing-masing. muncul kebanggaan lagi memotong. Allah memberikan ilmu hakikatnya
Oleh karena itu tidak heran bila ada testi- Ketika engkau tidak mampu menguasai bukanlah sebagai tujuan (goal) tapi semata alat
moni yang mengejutkan dari Dr. Abdul Daim masa remaja, maka engkau tidak bisa mengua- (medium) untuk sampai pada tujuan.
al-Kaheel dari Kuwait. Beliau menulis dalam sainya setelah itu selama hidupnya. (Bersambung)
4 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 102 / Februari 2013 / Thn: 06

