Page 19 - Edisi 165 Agustus 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 19
210 Siti Fatma P. 650,000 220 Edy Setyo Utomo Ir. 1,000,000 230 Ibu Sumini 1,500,000 240 Kotak Oprs. Kantor 1,840,000
211 Widayadi 660,000 221 Fachrur Rozi 1,000,000 231 Imam Arif/Galuh 1,500,000 241 Zena Travel 2,060,000
212 Eka Trisdiana 675,000 222 Hj. Sriwahyuningsih 1,000,000 232 Noer’aini/Sentot 1,500,000 242 Ayu Rachmi P. 2,200,000
213 Bachrun Rosyidi 750,000 223 Rizky Novi Yohana 1,000,000 233 Noeroel J. 1,500,000 243 Hamba Allah 2,225,000
214 Nita Collection 750,000 224 Hamba Allah 1,139,125 234 Robert / Roby 1,500,000 244 Herry Santoso 3,000,000
215 Abd. Adzim Irsyad /Lia 800,000 225 Yunanda Wirawan 1,200,000 235 Sinta 1,500,000 245 Masjid - Infaq 3,160,000
216 H. Mulyono Hartono 916,000 226 Nunung (Rangga) 1,300,000 236 Tantri 1,535,000 246 Wisnu W.DR. 5,200,000
217 Agung Cahyono 1,000,000 227 Roikhin 1,300,000 237 Warko Infaq Oprs. 1,601,500 247 Bambang HU. 6,500,000
218 Anita R. & M. Irfan 1,000,000 228 Warko Yatim 1,321,500 238 Istuti M. Ode (BNI) 1,700,000 248 Hamba Allah (TSH) 12,200,000
219 Ardawati 1,000,000 229 Bachtiar Budianto 1,500,000 239 Ricky Yuniantoro 1,750,000 249 Masjid - Yatim 16,050,000
Sambungan dari halaman 5 Al Qur’an istri sendiri. oleh Allah SWT.
Kemudian Kyai Tholhah berkata “beruntung Rumah yang di dalamnya selalu digunakan
Barokahnya Al Qur’an sangat dahsyat bagi saya memiliki istri, bisa membaca Al Qur’an. membaca Al Qur’an, akan memiliki kelebihan
kehidupan pribadi dan keluarga. Begitulah Bacaanya bagus dan merdu, karena pernah mendapat keluasan di dalamnya, luas rejekinya,
beliau menceritakan. Kemudian beliau nyantri di KH Bashori Alwi”. dan Malaikatnya selalu ikut masuk di dalamnya,
menceritakan nikmatnya membaca Al Qur’an Pernah saya bertanya kepada istriku “kenapa dan syetan keluar semuanya.
ditenggah malam. mau menadi istrku yang melarat? Sang istripun Sedang rumah tidak pernah dibacakan Al
Sayyid Qutub dalam tafsirnya berkata menjawab “embohlah, sing penting nurut Qur’an, maka rumah menjadi sempit dan sumpek.
“dibawah naungan Al Qur’an itu nikmat, sama orangtua”. Pernah KH Tholchah Keluarga tidak betah di dalamnya. Jadi, jika
tidak akan bisa mengetahuinya, kecuali orang menyampaikan ceramah di kediaman Pak ada rumah yang bagus, tetapi penghuninya
yang merasakannya”. Samsudin tentang “keluarga, makin tua makin tidak nyaman, rejekinya berkurang, berarti
KH Tholhah berkisah “saya sangat menikmati bahagia”. jaramg di gunakan membaca Al Qur’an.
bacaan Al Qur’an setiap malam. Sudah tiga Rupanya, KH Tholchah menuturkan bahwa Pernah dalam setahun, KH Tholchah
tahun lamanya, istri saya membaca Al Qur’an semua itu berkah dari Al Qur’an. Sejak kecil membaca Al Qur’annya tidak sering. Rupanya
setiap malam sebum tidur di dekat kepala. dikenalkan Al Qur’an, akhirnya membawa dampaknya luar biasa. Rejekinya memang
Jadi saya ini, di antarkan tidur dengan berkah, bahkan diambil menantu di Singosari. tidak banyak, namun berkahnya yang sangat
bacaan Al Qur’an. Ini sangat nikmat. Dulu, Orang yang sudah dikenalkan Al Qur’an berkurang. Sehingga yang nyantol dirumah
anak kecil pengantar tidurnya adalah dongeng. sejak kecil, maka dagingnya akan bercampur tidak banyak. Kelihatannya banyak tetapi
Sekarang pengantar tidurku adalah bacaan dengan Al Qur’an. Sehingga hidupnya dijaga selau kurang. (*)
Sambungan dari halaman 9 Mayor KH. Oesman Mansur, “Ketahuilah, bahwa kelak, rowi kepada Kiai Sai fuddin Zuhri
pendiri Universitas Islam Malang, suatu saat nanti tidak hanya pada tahun 1928.
Konon, Madrasah HIS NO ini sekaligus ketua MUI Kota Malang santri-santri saja yang menjadi Di Ma lang, pernah ada kiai kharis-
merupakan satu-satunya sekolah dan Takmir Masjid Jamik. Ke- anggota NU. Tapi harus ada matik yang mempunyai peran
milik NU di Indonesia,. Tokoh mudian Ibu Khusnul Chotimah yang sarjana, insi nyur, dokter, penting dalam pengembangan
dan ulama yang yang pernah Sali sekertaris pertama Fatayat dan yang ber pen didikan umum pendidikan keislaman di Indonesia.
nyantri di sekolah ini diantaranya NU, Chotib Sali (kakak dari lainnya. Semua itu dibutuhkan Beliau adalah Kiai Nachrowi
Prof. Dr. KH. Tolhah Mansoer, Khusnul Chotimah), Ahmad Hu- untuk menunjang keberadaan Thohir yang pertama kali telah
sejarawan dan politisi, sekaligus dan Dardiri, dan lain-lainnya. 2 NU yang luar biasa besar. Pada mendirikan Madrasah Muslimin
pendiri UII Jokjakarta. Kemudian 2 Ulama Nusantara saatnya nanti.” Pesan Kiai Nach- Nahdlatul Wathan.
Sambungan dari halaman 16 menunaikan, ada juga yang disebabkan belum lembaga amil Zakat, namun tak banyak
begitu paham tentang ketentuan-ketentuan yang tahu tentang pekerjaan ini, padahal
Betapa besar potensi zakat di negara kita dan perhitungan zakat itu sendiri. Disinilah “meskipun tak banyak yang bisa diterima,
ini yang menuntut kemampuan dan kemauan amilin atau juga lembaga amil memiliki sekilas terlihat “tidak keren” dikatakan
untuk menggali, mengelola dan menyalurkannya peranan penting untuk mengajak dan tidak menjanjikan namun banyak sekali
dengan baik untuk kebaikan dan kemajuan mengedukasi masyarakat agar menunaikan keberkahan yang saya rasakan, banyak
umat yang berhak menerima khususnya dan zakatnya, terlebih melalui lembaga zakat kebahagiaan ketika kita bisa menjadi
keseluruhan umat islam pada umumnya. yang sah menurut ketentuan undang-undang jembatan kebaikan untuk sesama” pungkas
Amilin atau lembaga amil zakat mempunyai yang ada. Dibutuhkan strategi yang baik , Ust. Sulaiman mengahiri wawancara dengan
peranan penting membantu negara atau kemampuan pengelolaan, pengetahuan, para pelajar di siang itu.
pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan keterampilan dan legalitas untuk melakukan Adakah yang bercita-cita menjadi amilin......?
rakyatnya melalui pengoptimalan potensi semua itu. ya semoga nantinya masih terus muncul
zakat yang ada. Masih banyak orang-orang Meskipun saat ini telah banyak terbentuk generasi-generasi yang perduli, memiliki
agniya (kaya) yang belum menunaikan lembaga pengelola zakat, hampir disetiap dasar nilai-nilai kemanusian dan semangat
zakatnya, ada yang memang tidak mau kota diseluruh Indonesia pasti terdapat sosial yang tinggi.
Pelindung: Dewan Pembina Yayasan Sabilillah: Prof Dr KH. M. Tholchah Hasan, Ketua III Yayasan Sabilillah: Prof Dr. HM.
Mas’ud Said MM, Dewan Penasehat: Drs. H. Mas’ud Ali, M.Ag, Prof. DR. H. Ibrahim Bafadlal, Komisi Fatwa: KH. Drs. Abdul
Madjid Ridwan, KH. Drs. Marzuki Mustamar, Lc, H. Anas Basori, Ketua LAZIS: Choirul Anwar, SAg. MSi, Wakil Ketua: H.
Abdul Adzim Irsyad, Lc. Manager Oprasional: Ust. Sulaiman AP, ST, Pengawas: Hj. Enggar Nursasi, SE, MM, Sekretaris:
Mochammad Sholeh, AP, Bendahara Umum: H. Mulyono Hartono, Bendahara Harian: Mafazah, SE.Ak, Networking dan
Kerjasama: H. Rahmat Hidayat, Heru Patikno, ST, Fundrising: HM. Tukiran S., Dra. Hj. Azizah, Manager Pendistribusian dan Pendayagunaan:
Sofyan Arief, NM. Taufik Hidayat, Marketing Komunikasi: Yosman A. Ssos, Rizky Noorhamidinah Ssos, Widhi Handoko

