Page 16 - Edisi 165 Agustus 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 16

Wawancara singkat
       pelajar MAN 1 Kota Malang bersama
       Manajer Operasional LAZIS Sabilillah
               Ust. Sulaiman.

        Adakah Yang Bercita-Cita Menjadi Amilin?




        DISUATU siang di kantor LAZIS Sabilillah  orang-orang yang berhak menerimanya”  Khalifah Umar untuk menerimanya. Busr
       datang sekelompok remaja berseragam sekolah,  terang Ust. Sulaiman       bin Sa’ied menuturkan bahwa Ibnus Sa’dy
       mereka datang bermaksud untuk mengadakan   Wajar saja jika kebanyakan orang bercita-  Al Maliki pernah berkata, ‘’Umar pernah
       wawancara singkat seputar lembaga zakat,  cita untuk bekerja sebagai kebanyakan profesi  mengangkat aku untuk mengurus zakat (amilin).
       tentang tugas dan perannya bagi masyarakat.  yg ada saat ini, dari PNS, Karyawan swasta,  Setelah selesai kuurus dan kuserahkan padanya,
       Sebagai lembaga amil zakat LAZIS Sabilillah  berwirausaha, menjadi tenaga ahli di salah  dia mengirimi aku upah. Maka kukatakan,
       memang kerap jadi jujugan para peneliti  satu bidang, dan banyak lagi macam-macam  ‘Sungguh, aku melakukan tugas ini karena
       hingga pelajar yang sekedar mengerjakan  pekerjaan dan profesi. Memang tak banyak  Allah’. Kata Umar, ‘Ambillah yang telah
       tugas dari sekolah untuk mencari informasi  yang tahu tentang salah satu profesi yang  diberikan kepadamu. Sungguh, aku dulu
       dan wawasan seputar zakat dan lembaga  jelas tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an ini,  pernah menjadi amil Rasulullah SAW, maka
       pengelolanya. Disela kesibukannya Ust.  Amilin (pengelola zakat), adalah profesi  beliau memberi upah tugas itu...’’
       Sulaiman manajer operasional LAZIS Sabilillah  terhormat yang disebut dalam Al Qur’an.   Tak sedikit juga yang memandang sebelah
       menemui 6 pelajar salah satu Madrasah Aliyah  Allah SWT berfirman: “Sungguh, zakat  mata profesi amilin ini, bagi sebagian orang
       Negeri Kota Malang itu, beberapa pertanyaan  hanyalah untuk orang fakir, miskin, pengelola  mungkin melihat pekerjaan ini bukanlah
       telah di ajukan dan telah dijawab, mereka  zakat (amilin), muallaf yang dibujuk hatinya,  pekerjaan yang “keren”, bukanlah pekerjaan
       tampak antusias menyimak paparan-paparan  untuk (memerdekakan) budak, orang yang  yang menjanjikan. Namun, jika dikaji lebih
       Ust. Sulaiman.                      terlilit utang (gharimin), untuk jalan Allah  jauh, jika saja tidak ada amilin atau lembaga
        Ada yang menarik ketika Ust. Sulaiman  (sabilillah), dan orang yang sedang dalam  zakat, maka orang akan  kesulitan menyalurkan
       balik bertanya kepada mereka, sebuah  perjalanan (musafir), sebagai suatu ketetapan  zakatnya, orang akan sulit menentukan target
       pertanyaan standar “apa cita-cita kalian?”  yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha  sasaran untuk diberikan dana zakat secara
       satu persatu sigap menjawab, ada yang ingin  Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS at  cepat dan tepat sasaran. Melalui lembaga
       menjadi guru, ada yang bercita-cita menjadi  Taubah: 60).                amil zakat, dana zakat yang dikumpulkan
       dosen, dokter, penulis dan lain sebagainya.   Berprofesi sebagai Amilin semestinya patut  tidak akan sekedar dibagi habis kepada
       Hingga pertanyaan terahir dilontarkan kepada  berbangga karena seprofesi dengan Umar  penerimanya, melainkan akan diberikan
       mereka “tidakkah ada yang bercita-cita menjadi  bin Khattab ra yang menjadi amilin di jaman  melalui program-program pemberdayaan
       Amilin?” sejenak mereka terdiam dan hanya  Rasulullah SAW. Dan ketika Umar menjadi  agar tepat dan benar-benar manfaat. Pada
       tersenyum. “Amilin itu apa Pak?” tanya salah  Khalifah, beliau juga memiliki amilin bernama  jaman sekarang amilin juga telah dituntut
       satu siswi, “amilin yaitu orang yang ditugaskan  Ibnus Sa’dy Al Maliki. Bersamaan dengan  sedemikian rupa untuk siap menghadapi era
       oleh imam, kepala pemerintahan atau wakilnya,  itu, amilin juga merupakan salah satu dari 8  digitalisasi yang sedemikan maju, selain
       buat mengumpulkan zakat, jadi pemungut-  asnaf (golongan) yang berhak atas dana zakat,  ketentuan yang mengharuskan amilin juga
       pemungut zakat, mengumpulkan, menghitung,  Ibnus Sa’dy Al Maliki, Beliau ikhlas lillahi  harus memiliki pengetahuan hukum-hukum
       mencatat, menjaga, dan membagikan harta  ta’ala mengelola sedekah tanpa mengharap  syar’ie seputar zakat.
       zakat yang berhasil mereka himpun kepada  apalagi meminta honor. Namun, ia ‘’dipaksa’’   Bersambung ke halaman 19

       16   Majalah Komunitas Sabilillah
            Edisi 165 / Agustus 2018 / Thn: 07
   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20