Page 9 - Edisi 182 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 9
Kolom Utama
Meneropong Santri Sebagai
Mercusuar Kemandiran Pesantren
Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd., dikenal sebagai sopsok cendikiawan yang mampu membangun peradaban dalam sisi
Pendidikan. Ditengah kesibukannya di perguruan tinggi beliau terpilih aktif sebagai dewan Yayasan Sabilillah masa bakti
2017-2022. Setelah menyelesaikan studi S1 pada Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan
Sastra IKIP Malang pada tahun 1984, beliau beritikad untuk mengabdi pada almamaternya, IKIP Malang, sebagai dosen di
jurusan tersebut. Program S2 dan S3 diselesaikan di institusi dan jurusan yang sama, berturut-turut tahun 1990 dan 1994.
Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd. menikah dengan Dra. Faridah Hidayati, yang berprofesi sebagai pendidik, dan dikaruniai 2
orang putra dan 1 orang putri. Saat ini beliau juga menahkodadi Universitas Negeri Malag sebagai rektor. Dilain hal,
beliau juga aktif dalam giat sosial lainnya. Mari kita simak wawancara exclusive dengan beliau.
Bagaimana memaknai hari santri Apa definisi santri itu sendiri? pu sat peradaban bagi kaum muslim. Sebagai
sesungguhnya? Memang sebagian kiai menganggap yang peradaban disitu mulai dari ilmu, ekonomi,
Seperti halnya peringatan hari lainnya kita disebut santri harus mereka yang tinggal di dan sosial semua itu penting. Karena itu,
semangat besar besaran. Namun esensinya pondok dan itu sah saja. Bagi saya, hari ini sebagai penerus, masih banyak yang harus
tidak tertangkap. Menurut saya, inti dari hari juga banyak media belajar yang luas, terlebih kita perjuangkan. Tidak hanya ibadah mahdoh
santri adalah momentum pengusiran penjajah dengan banyaknya pondok pesantren yang dan ghoiru mahdoh, lebih dari itu, sisi ke-
oleh santri melalui laskar Hizbullah. Karena sudah mendakwahkan melalui media sosial. sehatan, sosial dan ekonomi tetap diper-
itu kita sebagai santri harus terbebas dari Karena itu, sepakat apa kata Gus Mus bahwa juangkan. Kita akan tunjukkan bahwa
penjajahan itu. Kalau, tahun ’45 lalu mbah Yai santri tidak harus di pesantren, Namun semua kehadiran Sabilillah memang untuk itu,
Hasyim As’ari menggunakan alat perang untuk yang sedang belajar melalui media apapun menyelesaikan permasalahan umat.
merdeka, sekarang tentu perlawanannya berbeda. itu termasuk bagian dari santri. pandangan prof, sejauh mana peran
Dari segi fisik memang berbeda Namun, kita Apa yg sudah dilakukan oleh santri dalam penanggulangan covid di
lohat dari segi ekonomi. Kalau Indonesia per yayasan sabilillah dalam merawat tahun ini?
hari ini masih rendah kesejahteran dan dan mengisi perjuangan santri Memang jika mayoritas penduduk
ekonominya berarti santri harus memegang bagi sabilillah saat ini? Indonesia adalah muslim dan saya
peran hal ini, belum lagi IPTEK, Sains dan Betul, KH Masykur bersama katakana muslim itu santri tentu peran
lainnya. Karena itu, cara memaknainya adalah laskar Sabilillah sudah berjuang dan Langkah santri dalam penang-
dengan berusaha untuk terjajah dari segala merelakan harta bahkan nyawa gulangan sangat besar tertuma dalam
bentuk penjajahan baik oleh bangsa sendiri. untuk mengusir penjajah kala itu menjaga protokoler. Keberhasilan
Apa yang membedakan santri zaman dahulu dan tidak lantas pamrih dengan melandainya angka covid
dengan sekarang? bagsanya sendiri. Se hing- tidak serta merta peran
Setiap zaman pasti ada tantangannya ga selesai perang tidak si A dan si B Namun
masing-masing dan setiap tantangan harus ‘saya harus jadi pang- semua elemen termasuk
di selesaikan dengan kondisi zaman saat ini. lima atau tantara Indo- santri. Jika semua su-
Kalau santri zaman colonial dulu kesulitan nesia’, Namun ke- dah kita upayakan
untuk sekolah dan mendapatkan ilmu, sekarang ikhlasan itu yang kunci nya hanya satu
tentu berbeda. Terlebih kita saat ini berada mereka tunjukkan yakni berdoa. Karena
di zaman distruptif atau perubahan industri kepada kita. Sebagai yang bisa mencabut
4.0 yang mana untuk menjadi pengusaha generasi penerus penyakit ini hanya
hotel tidak memperlukan hotel, untuk memiliki apakah saat ini Allah SWT.
usaha taxi tidak perlu memiliki taxi semua Sabilillah on the
berbasis IT. Kalau hari ini kita tidak bisa track?
adaptasi dengan zaman sekarang maka jangan Kita lihat, Sa-
harap kita menjadi pemain dunia. Meskipun bilillah saat ini
demikian, kita sebagai santri juga tidak boleh tidak hanya se- Bersambung
lepas dari nilai aqidah, syariat dan akhlak bagai pusat peri- ke Halaman 23
yang telah diajarkan. Sehingga berubah boleh badatan saja,
tapi jangan terlalu terbawa arus. Namun juga
Prof. Dr. AH. Rofi’uddin, M.Pd Majalah Komunitas Sabilillah 9
Edisi: 182/Terbit Bulan Oktober - November 2021/Tahun: 09

