Page 99 - E - Modul Sistem Pencernaan by Farah Fatimatuzzahro'
P. 99
Asam amino semiesensial merupakan asam amino yang dapat menghemat
pemakaian beberapa asam amino esensial. Definisi semiesensial dapat juga diartikan
asam amino yang dapat mencukupi untuk proses pertumbuhan orang dewasa, tetapi
tidak mencukupi untuk pertumbuhan anak-anak. Contohnya yaitu arginin, histidin dan
sistein.
Asam amino nonesensial merupakan asam amino yang dapat disintesis di dalam
tubuh manusia dengan bahan baku asam amino lainnya. Sebenarnya, jumlah asam amino
tidak hanya 20 macam. Akan tetapi asam amino merupakan penyusun protein yang
diperlukan tubuh berjumlah 20 protein. Contohnya yaitu alanin, asparagin dan asam
aspartat.
3. Digesti merupakan salah proses pencernaan makanan ketiga setelah propulsi. Dalam
tahap ini, terjadi adanya hidrolisis kimia yang menguraikan molekul besar menjadi
molekul kecil sehingga mudah diabsorpsi oleh darah. Sedangkan absorpsi merupakan
tahap proses pencernaan dasar makanan setelah digesti. Pada tahap ini terjadi
pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi
darah dan limfa untuk digunakan oleh sel – sel tubuh
4. Ludah dihasilkan oleh tiga pasang kelenjar saliva atau ludah, dialirkan melalui saluran
9
saliva yang bermuara ke dalam rongga mulut. Kelenjar saliva tersebut adalah kelenjar
parotis (di bawah telinga), kelenjar sublingualis (di bawah lidah), dan kelenjar
submandibularis (di bawah rahang bawah).
Fungsi saliva dalam proses pencernaan makanan diantaranya yaitu:
1) Melarutkan makanan untuk pengecapan rasa
2) Melembapkan dan melumasi makanan agar mudah ditelan.
3) Menguraikan amilum menjadi maltosa karena mengandung enzim amilase. Membuang
asam urat, urea, virus, logam, dan obat-obatan ke dalam saliva. yang diekskresikan
4) Membersihkan rongga mulut dan mencegah kerusakan gigi karena mengandung zat
antibakteri dan antibodi
5. Sinar X dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kelainan pada esofagus bagian bawah,
lambung, dan duodenum. Studi ini dinamakan studi sinar X Upper Gastrointestinal (UGI).
Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan barium sulfat sebagai medium kontras.
Penyakit yang dapat dideteksi adalah tukak lambung, tumor, peradangan, atau kesalahan
posisi anatomi seperti pada hiatal hermia (menggelembungnya diafragma yang
mengakibatkan letak lambung menonjol keluar). Gangguan pada lintasan jalannya
98 | E – M O D U L S I S T E M P E N C E R N A A N X I - M I P A

