Page 201 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 201
Bab 3 Gerak Dua Dimensi
tahan adalah
R v 0 T (3.34)
Pesawat pengembom menggunakan persamaan ini untuk
menentukan saat yang tepat ketika akan menjatuhkan bom. Ketika
pesawat bergerak, besaran yang dimiliki adalah laju dan ketinggian. Ketika
di depan ada lokasi musuh yang harus dibom, kapankah saatnya bom
dilepas?
Dari ketinggian pesawat dapat ditentukan waktu yang diperlukan
bom mencapai tanah (persamaan (3.33)). Berdasarkan waktu ini dan data
laju pesawat maka akan diteketahui berapa jauh bom bergerak secara
horizontal saat mencapai tanah (persamaan (3.34)). Dengan demikian,
pilot dapat menentukan di posisi di belakang sasaran bom tersebut
dijatuhkan. Semua informasi ini ada di layar kontrol pesawat dan telah
dihitung oleh komputer yang ada di pesawat. Jadi pilot tidak perlu
pelakukan perhitungan.
Lebih sering pesawat pembom tidak hanya menjatuhkan satu
bom, tetapi menjatuhkan sejumlah bom (Gambar 3.16). Jika pesawat
hanya menjatuhkan satu bom maka bisa terjadi posisi jatuhnya bom
meleset dari sasaran yang mungkin disebabkan kesalahan data yang
diolah. Untuk menghindari lolosnya sasaran maka pesawat menjatuhkan
bom secara bertubi-tubi. Dengan dijatuhkan bom secara bertubi-tubi
maka bom akan mengenai wilayah di tanah yang cukup panjang sehingga
kemungkinan mengenai sasaran menjadi lebih tinggi.
Misalkan bom dijatuhkan selama selang waktu t. Maka panjang
daerah di tanah yang dikenai bom menjadi v0t, dengan v0 adalah laju
pesawat. Misalkan perode pelepasan bom (selang waktu dijatuhkan dua
bom berurutan) adalah maka jumlah bom yang dijatuhkan selama selang
waktu t adalah
t
n (3.35)
Jarak dua lokasi berdekatan di tanah yang dikenai bom adalah
187

