Page 198 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 198

Bab 3 Gerak Dua Dimensi




                          Aplikasi dalam Peperangan


                                   Kecepatan  keluarnya  peluru  dari  moncong  tank  atau  merian
                          sudah  tertentu  (Gambar  3.14).  Dalam  suatu  peperangan,  peluru  harus
                          dijatuhkan  ke  lokasi  musuh.  Sebelum  penembakan  peluru  dilakukan
                          maka jarak musuh diestimasi terlebih dahulu. Berdasarkan jarak tersebut
                          maka  sudut  penembakan  diatur  sehingga  peluru  tepat  jatuh  ke  lokasi
                          musuh.  Untuk  memperkirakan  sudut  penembakan,  kita  dapat
                          menggunakan  persamaan  jangkauan  maksimum.  Jarak  tank  ke  posisi
                          musuh adalah R. Agar peluru tepat jatuh ke posisi musuh maka sudut
                          penembakan harus memenuhi persamaan (3.14).


                       v 0






                                  















                  Gambar 3.14 Tank mengantur sudut penembakan agar peluru tepat jatuh di lokasi musuh. Biasanya dilakukan
                  denan coba-coba. Ketika tembakan pertama terlampau dekat maka sudut moncong tank diatur mendekati 90 .
                                                                                                         o
                  Sebaliknya jika tembakan pertama terlalu jauh maka arah moncong meriam diatur sehingga menjauhi 45
                                                                                                          o
                  (sumber gambar: ****)


                                   Bom  yang  dijatuhkan  dari  pesawat  yang  sedang  bergerak
                          mendatar akan membentuk lintasan setengah parabola. Benda tersebut
                          memulai gerak di puncak parabola. Kecepatan awal yang dimiliki hanya
                          komponen  horizontal  yang  sama  dengan  laju  pesawat.  Gerakan  bom
                          tersebut serupa dengan gerakan bola pada Gambar 3.15.

                                   Posisi awal bom adalah


                                   
                                   r   ˆ j h
                                    0


                                                            184
   193   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203