Page 395 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 395

Bab 5 Kerja dan Energi




                                   Gaya yang tidak memenuhi sifat di atas kita kelompokkan sebagai
                          gaya non konservatif. Contoh gaya non konservatif adalah gaya gesekan,
                          gaya tumbukan dua benda ketika proses tumbukan menghasilkan panas,
                          dan sebagainya.

                                   Apakah  ciri  suatu  gaya  konservatif?  Mari  kita  coba  kaji.  Untuk
                          mudahnya  perhatikan  kerja  yang  dilakukan  gaya  konservatif  untuk
                          memindarkan benda dari posisi 1 ke posisi 2 melalui lintasan A dan B
                          (Gambar 5.20)

                                   Seperti  sudah  disebtukan  bahwa  kerja  yang  dilakukan  gaya
                          konservatif  untuk  memindahkan  benda  dari  posisi  1  ke  posisi  2  sama
                          untuk setiap lintasan yang dipilih. Dengan memperhatikan Gambar 5.20
                          maka kita dapatkan




                                         2     
                                         
                                              d
                                   W 12   F   r                                    (5.45a)
                                         : 1 A
                                              2    
                                              
                                             F   r                                 (5.45b)
                                                   d
                                              : 1 B
                          Jika kita menggunakan sifat integral bahwa




                                    2        1     
                                               
                                     F  r     F   r
                                                    d
                                         d
                                    : 1 B       : 2 B


                          Dengan kata lain integral dengan mempertukarkan posisi awal dan akhir
                          memberikan  nilai  sama  besar  tetapi  berbeda  tanda.  Karena  perbedaan
                          tanda tersebut maka kita dapatkan hasil integral berikut ini




                                    1    
                                     F   r d   W                                 (5.46)
                                                12
                                    : 2 B






                                                            381
   390   391   392   393   394   395   396   397   398   399   400