Page 59 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 59
Bab 1 Besaran dan Satuan
Kalau kalian pernah mengamati petugas BPN melakukan pengukuran tanah
maka yang dilakukan adalah mengukur jarak beberapa titik yang dibuat di
batas tanah. Jumlah titik yang dibuat makin banyak jika bentuk tanah makin
tidak beraturan. Metode yang digunakan untuk menentukan luas adalah
metode segitiga. Jika panjang tiga sisi segitiga diketahui maka luas segitiga
dapat ditentukan dengan mudah. Jadi, yang dilakukan petugas BPN adalah
membagi tanah atas sejumlah segitiga kemudian mengukur panjang sisi semua
segitiga tersebut (Gambar 1.44). Luas tanah sama dengan jumlah luas semua
segitiga. Sekarang mari kita bahas bagaimana menentukan luas segitiga
berdasarkan informasi panjang tiga sisinya.
2
2
x + y = a 2
2
2
(x ,y ) (x-c) + y = b 2
0
0
b
a
a b
c
c
Gambar 1.45 (kiri) Segitiga yang sudah diukur panjang sisi-sisinya dan akan kita tentukan luasnya. (kanan) Segitiga
semula ditempatkan pada koordinat dan meletakkan satu sisi segitiga berimpit dengan satu sumbu koordinat. Kita
buat lingkaran yang berpusat di pusat koordinat (salah satu titik sudut segitiga) dan berpusat di sudut yang lain yang
berada di sumbu x.
Gambar 1.45 kiri adalah segitiga yang sudah diukur panjang sisi-sisinya
dan akan kita tentukan luasnya. Panjang sisis segitiga tersebut adalah a, b,
dan c. Untuk menentukan luas segitiga, kita tempatkan segitiga tersebut pada
koordinat dan meletakkan satu sisi segitiga berimpit dengan satu sumbu
koordinat. Kita misalkan sisi c berimpit dengansumbu x (Gambar 1.45 kanan).
Kemudian buat lingkaran yang berpusat di pusat koordinat (salah satu titik
sudut segitiga) dan berpusat di sudut yang lain yang berada di sumbu x. Jari-
jari lingkaran persis sama dengan panjang sisi segitiga sehingga kedua
lingkaran berpotongan di sudut ketiga segitiga tersebut. Seperti pada Gambar
1.45 kanan, persamaan lingkaran kiri dan lingkaran kanan adalah
2
2
x y a (1.1)
2
46

