Page 64 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 64

Bab 1 Besaran dan Satuan





                              Seperti  yang  sudah  disebtukan  sebelumnya  bahwa  tidak  akan  pernah
                       ada  pengukuran  yang  menghasilkan  nilai  yang  ersis  sama  dengan  yang
                       seharusnya.  Pengukuran  pasti  menghasilkan  kesalahan.  Kesalahan  yang
                       dihasilkan  bisa  muncul  karena  keterbatasan  ketelitian  alat  ukur,  faktor
                       lingkungan, atau kesalahan dalam melakukan pengukuran. Mistar 30 cm yang
                       sering dibawa kuliah memiliki skala terkecil 1 mm. Dengan demikian, alat ini
                       hanya  teliti  melakukan  pengukuran  hingga  1  mm.  Keterlitian  lebih  tinggi
                       dihasilkan dengan menggunakan jangka sorong yang dapat mengukur hingga
                       0,1  mm  atau  0,025  mm.  Ketelitian  lebih  tinggi  lagi  dapat  dicapai  dengan
                       menggunakn  mikrometer  di  mana  kita  dapat  mengukur  hingga  0,01  mm.
                       Ketelitian  lebih  tinggi  lahi  dapat  dicapai  dengan  menggunakan  mikroskop  di
                       mana kita bisa membaca panjang hingga 1 mikrometer atau lebih kecil dari itui.
                       Tetapi tetap saja kesalahan akan muncul. Berapa besar kesalahan yang akan
                       muncul?

                              Besarnya kesalahan kira-kira dalam orde yang sama dengan nilai skala
                       terkecil.  Pengukuran  dengan  mistar  30  cm  menghasilkan  kesalahan  dalam
                       orde  mm.  Pengkukuran  dengan  mikrometer  sekrup  menghasilkan  kesalahan
                       dalam  orde  0,01  mm.  Jika  kita  melaporkan  haris  pengukuran,  bagaimana
                       pembaca  mengetahui  bahwa  kita  telah  mengukur  dengan  alat  yang  teliti?
                       Misalkan kita mepalporkan hasil pengukuran panjang 5 cm, bagaimana orang
                       bisa tahu bahwa itu diukur dengan mistar (kurang teliti) atau jangka sorong
                       (lebih  teliti)?  Agar  orang  mengetahui  bahwa  pengukuran  telah  dilakukan
                       dengan  alat  yang  teliti  maka  kesalahan  pengkukuran  juga  perlu  dilporkan.
                       Kesalahan  pengukuran  sering  juga  disebut  ketidak  pastian.  Cara  pelaporan
                       data pengukuran adalah dengan menulis data sebagai berikut



                              X   ∆X                                                                 (1.18)



                              Penulisan  pada  persamaan  (1.18)  bermakna  bahwa  nilai  yang  terukur
                       adalah  X.  Ketidakpastian  pengukuran  adalah  ∆X.  Makna  ketidakpastian
                       sebagai berikut:

                          a)  Ketika  kita  mengkur  maka  kita  menganggap  dugaan  terbaik  nilai
                              terukur adalah X.
                          b)  Tetapi nilai eksaknya kita tida tahu

                          c)  Tapi kita yakin bahwa nilai eksaknya ada antara X  - ∆X sampai X  + ∆X
                              (lihat Gambar 1.48)






                                                             51
   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68   69