Page 631 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 631
Bab 8 Gravitasi
molekul di dasar balok. Jika balok makin tinggi dan gaya tekan makin
kuat maka molekul silikon yang berada di dasar balok tidak sanggup lagi
berada dalam fase padat. Molekul-molekul tersebut berubah menjadi
plastis dan mengalir. Ketika berubah menjadi plastis maka dasar balok
tidak sanggup lagi menahan balok sehingga balok merosot. Setelah
merosot maka beban yang dialami silika di dasar balok kembali mengecil
sehingga kembali berubah ke wujud padat. Jadi dapat disimpulkan di sini
bahwa ketinggian maksimum balok adalah kondisi ketika silika di dasar
balok tepat akan berubah dari wujud padat ke wujud plastis akibat
menahan berat balok.
H
r sel
s
s s q sel
p sel
Gmbar 8.30 Gunung dimodelkan sebagai balok silika yang berada di atas dasar silika. Ketinggian balok
adalah H (sama dengan tinggi gunung). Balok dibagi atas sejumlah kubus dengan sisi s. Jumlah kubus pada
masing-masing sisi balok adalah p, q, dan r. Tiap kubus diisi dengan satu molekul silika sehingga jumlah
molekul sisika penyusun kubus adalah pqr.
Misalkan pada ketinggian H balok masih berada dalam keadaan
stabil. Misalkan kita tambah lagi ketinggian sebesar satu kubus kecil,
yaitu s dan terjadi perubahan dasar balok menjadi plastis maka ketinggian
H merupakan ketinggian maksimum balok. Energi yang diperlukan untuk
menambah ketinggian balok sebesar s adalah
618

