Page 644 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 644

Bab 9 Benda Tegar dan Elastisitas




                          Energi kinetik benda adalah




                                        1       1
                                             2
                                   K     mv     m ( ) r  2
                                        2       2
                                              1
                                              (mr 2 )                                       (9.2)
                                                       2
                                              2


                          Mari  kita  bandingkan  ungkapan  energi  kinetik  gerak  rotasi  pada
                          persamaan (9.2) dengan energi kinetik gerak translasi murni:

                                                                                       1
                                                                                            2
                                Energi kinetik untuk gerak translasi murni:  K         mv
                                                                                       2

                                                                            1
                                Energi kinetik untuk gerak rotasi:  K       (mr 2 )
                                                                                      2
                                                                            2
                          Tampak dari dua persamaan di atas bahwa pada gerak rotasi besaran mr
                                                                                                          2
                          memiliki fungsi yang sangat mirip dengan m pada gerak translasi. Pada
                          gerak translasi, m disebut massa atau inersia. Karena kemiripan fungsi
                          tersebut  maka  pada  gerak  rotasi,  kita  definisikan  mr   sebagai  momen
                                                                                       2
                          inersia.  Jadi,  untuk  benda  titik  yang  berotasi  terhadap  sumbu  yang
                          berjarak r dari sumbu rotasi, momen inersianya memenuhi



                                   I   mr                                                    (9.3)
                                          2



                                   Mari  kita  cermati  persamaan  (9.3).  Ketika  menentukan  momen
                          inersia, kita harus memperhatikan posisi sumbu. Momen inersia sangat
                          bergantung  pada  jarak  benda  dari  sumbu.  Benda  yang  sama  memiliki
                          momen inersia yang berbeda jika jarak sumbunya berbeda. Benda dalam
                          Gambar 9.2 mirip dengan pada Gambar 9.1. Hanya saja, pada Gambar 9.2
                          batang  sedikit  dilbelokkan  sehingga  membentuk  sudut  kurang  dari  90
                                                                                                          o
                          terhadap sumbu. Jarak benda ke sumbu menjadi lebih pendek sehingga
                          momen inersianya lebih kecil daripada bentuk seperti pada Gambar 9.1

                                   Pebalet  dalam  posisi  lurus  tegak  memiliki  momen  inersia  kecil.
                          Seluruh  bagian  tubuh  berada  lebih  dekat  ke  sumbu  badan.  Ketika
                          merentangkan  kaki  dan  tangan,  momen  inersia  pebalet  besar  karena


                                                            631
   639   640   641   642   643   644   645   646   647   648   649