Page 873 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 873

Bab 11 Kalor



                       rendah sehingga electron yang berenergi rendah menjadi berenergi tinggi yang
                       direpresentasikan  oleh  kenaikan  suhu.  Begitu  seterusnya  sehingga  electron
                       yang berenergi tinggi tersebar makin jauh dari lokasi pemanasan. Peristiwa ini
                       merepresentasikan perambatan kalor secara konduksi.

                              Penyebab  lain  peristiwa  konduksi  adalah  getaran  atom  zat  padat  di
                       sekitar  posisi  setimbangnya.  Ketika  atom-atom  di  lokasi  pemanasan  bergetar
                       lebih kencang maka atom-atom yang bertetangga ikut bergetar lebih kencang
                       dari sebelumnya. Getaran kencang atom tetangga ini diikuti oleh tetangga yang
                       lebih jauh. Begitu seterusnya sehingga terjadi perpindahan getaran atom. Pada
                       akhirnya semua atom dalam zat bergetar lebh kencang. Ini merepresentasikan
                       fenomena  perambatan  kalor.  Karena  tidak  ada  atom  yang  berpindah  (hanya
                       getaran  yang  lebh  kencang  saja  yang  berpindah)  maka  ini  pun  merupakan
                       peristiwa konduksi.

                              Perpindahan  kalor  secarakondusksi  akibat  migrasi  electron  hanya
                       terjadi  pada  material  logam  (material  yang  mengandung  lektron  bebas).
                       Perpindahan  kalor  secara  konduksi  akibat  getaran  aom  –atom  dapat  terjadi
                       pada  semua  zat  padat.  Namun,  perpindahan  kalor  secara  konduksi  akibat
                       migrasi electron jauh lebih mudah daripada akibat perpindahan getaran atom.
                       Oleh karena itulah peristiwa konduksi pada logam jauh lebih mudah daripada
                       peristiwa konduksi pada material bukan logam (isolator). Pada material isolasor
                       juga  terjadi  peristiwa  konduksi  (akibat  perpindahan  getaran  atom)  namun
                       angat lambat sehingga kita kataka material tersebut merupakan penghambat
                       aliran  kalor.  Jika  ujung  kaca  d  panaskan  maka  ujung  lain  akan  ikut  panas
                       walaupun setelah berselang cukup lama. Ini adalah bukti peristiwa konduksi
                       pada bahan bukan logam.

                              Perpindahan kalor secara konduksi ditemukan di zat padat. Contohnya,
                       ketika salah satu ujung besi dipanaskan maka ujung lainnya akan ikut panas.
                       Ini diakibatkan adanya kalor yang berpindah dari ujung yang dipanaskan ke
                       ujung yang dingin. Di sini tidak ada bagian besi yang berpindah. Ketika bagian
                       dasar  panci  dipanaskan  maka  bagian  atas  atau  ujung  panci  ikut  panas.  Ini
                       terjadi  karena  perpindahan  kalor  dari  bagian  dasar  panci  ke  bagian  lainnya.
                       Tidak ada bagian panci yang bergerak. Jika kita mengaduk teh panas dengan
                       sendok yang dingin maka lama-lama pegangan sendok menjadi panas. Terjadi
                       aliran  kalor  dari  ujung  sendok  yang  bersentuhan  dengan  teh  dengan  ujung
                       sendok yang dipegang tangan.

                              Cepat  perambatan  kalor  dalam  zat  padat  berbeda  untuk  zat  yang
                       berbeda. Ada zat yang sangat mudah memindahkan kalor dan ada yang sangat
                       sulit.  Zat  yang  mudah  memindahkan  kalor  contohnya  besi,  tembaga,
                       aluminium. Semua logam termasuk zat yang mudah memindahkan kalor. Zat
                       semacam  ini  disebut  juga  konduktor  kalor.  Umumnya  konduktor  kalor  juga
                       merupakan konduktor listrik. Artinya jika zat mudah menghantar kalor maka
                       zat tersebut juga mudah menghantar listrik.

                              Contoh zat yang sulit menghantar kalor adalah kaca, karet, kayu, batu.
                       Zat yang sulit menghantarkan kalor juga disebut isolator kalor. Zat padat yang
                       sulit menghantarkan kalor umumnya juga sulit menghantarkan listrik. Ketika




                                                             860
   868   869   870   871   872   873   874   875   876   877   878