Page 878 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 878

Bab 11 Kalor



                              Fluida yang berada di atas dan bersuhu lebih rendah (memiliki massa
                       jenis  lebih  besar)  akan  bergerak  turun  mengisi  tempat  kosong  yang
                       ditinggalkan  fluida  panas.  Akibatya  terjadi  pergantian  posisi  fluida  (Gambar
                       11.21). Yang panas di atas dan yang dingin di bawah. Fluida dingin yang baru
                       sampai  di  bawah  mengalami  pemanasan  sehingga  massa  jenisnya  mengecil
                       dan  selanjutnya  bergerak  ke  atas.  Fluida  yang  berada  di  atas  dan  memiliki
                       suhu  lebih  rendah  turun  mengisi  ruang  yang  ditinggalkan  di  dasar  panci.
                       Begitu seterusnya sehingga terjadi aliran terus-menerus fluida dari dasar panci
                       ke atas. Dan pada akhirnya semua bagian fluida menacapai suhu yang sama.

                              Fenomena konveksi berperan sangat penting dalam kehidupan manusia.
                       Aliran  udara  atau  angin  adalah  peristiwa  konveksi.  Udara  di  tempat  yang
                       bersuhu  tinggi  mengalami    penurunan  massa  jenis  akibat  pemuaian  volum
                       sehingga  mengalir  ke  atas.  Tempat  kosong  yang  ditinggalkan  akan  diisi  oleh
                       udara dingin yang memiliki massa lebih kecil dari atas samping yang memiliki
                       massa jenis lebih besar sehingga terjadi angin arah mendatar (Gambar 11.22).


                                     UDARA DINGIN            UDARA PANAS
















                                             ANGIN

                             TANAH DINGIN                 TANAH PANAS



               Gambar 11.22. Salah satu mekanisme terjadinya angin akibat konveksi (ocw.uci.edu).



                              Tiap  kali  terjadi  kebakaran,  petugas  pemadam  kebakaran  sering
                       kesulitan  memadamkan  api  karena  angin  cukup  kencang.  Harap  diketahui
                       bahwa  jika  terjadi  kebakaran  pasti  timbul  angin  kencang.  Udara  di  tempat
                       kebakaran  mengalami  pemanasan  sehingga  terjadi  aliran  konveksi  ke  atas
                       secara  cepat.  Lokasi  tempat  kebakaran  mengalami  kekosongan  udara.  Udara
                       dingin  dari  sekeliling  cepat  mengalir  mengisi  kekosongan  tersebut  sehingga
                       timbul angin cukup kencang (Gambar 11.23).









                                                             865
   873   874   875   876   877   878   879   880   881   882   883