Page 877 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 877
Bab 11 Kalor
Konveksi
Cara kedua perambatan kalor adalah konveksi. Pada cara ini kalor
merambat karena perpindahan molekul atau atom penyusun benda. Ketika
satu bagian benda menerima kalor maka atom-atom penyusunnya bergerak
lebih cepat. Akibatnya, atom-atom tersebut terdorong (berpindah) ke lokasi di
mana atom-atom masih bergetar lambat. Perpindahan atom yang telah
bergerak cepat membawa energi kalor. Dengan demikian terjadi perpindahan
kalor dari lokasi yang bersuhu tinggi ke lokasi yang bersuhu rendah.
Konveksi hanya terjadi di dalam benda yang memiliki atom atau molekul
yang dapat bergerak bebas. Benda seperti ini adalah fluida yang terdiri dari zat
cair dan gas. Jadi, konveksi terjadi dalam zat cair atau gas. Ketika air di dalam
panci dipanaskan maka bagian air yang menerima panas adalah bagian yang
bersentuhan dengan panci, khususnya bagian dasar panci. Namun, lama-lama
seluruh bagian air menjadi panas karena adanya aliran molekul air dari bawah
ke atas. Aliran tersebut mendesak air yang dingin yang berada di atas untuk
turun sehingga mengalami pemanasan.
ketika yang dipanaskan. Fluida yang dipanaskan akan memuai. Karena
massa tidak berubah maka massa jenis fluida mengecil. Akibatnya fluida
tersebut akan bergerak ke atas. Benda yang massa jenis lebih kecil akan
berada di lapisan atas dan yang massa jenis besar akan berada di lapisan
bawah. Jika air dan minyak dicampur maka minyak pada akhirnya berada di
lapisan atas karena massa jenisnya lebih kecil daripada air.
Air panasmengalir naik
Air dingin mengalir turun
Gambar 11.21. Fenomena konvekssi pada air yang dipanaskan dalam panci. Terjadi perputaran air dari atas ke
bawah secara terus menerus karena perbedaan massa jenis air panas dan air dingin (physics.stackexchange.com).
864

