Page 101 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 101

Ban 1 Elektrostatika


                        dengan NA adalah bilangan Avogadro maka kita dapat menulis persamaan
                        (1.57) menjadi


                                                      2
                                      nRT     (N  / N  ) b
                                 P                A                                              (1.58)
                                     V  nv 0    V  3 / 4

                        Tetapi, N/NA = n sehingga persamaan (1.58) dapat ditulis kembali menjadi

                                      nRT      n 2 b
                                 P          
                                     V  nv 0  V  3 / 4

                        atau

                                     n 2 b 
                                 P        V  nv 0  nRT                                     (1.59)
                                
                                    V   3 / 4  

                                Persamaan ini sangat serupa dengan persamaan van der Walls yang
                        sangat terkenal. Perbedaan hanya terletak pada bentuk fungsi volum pada
                        suku pertama. Persamaan van der Walls berbentuk



                                     n 2 b 
                                   P     V  nv 0  nRT                                     (1.60)
                                     V  2  



                        Apa penyebab munculknya persamaan van der Walls. Persamaan van der
                        Walls  diterapkan  untuk  gas  netral.  Jadi  secara  maksroskopik  tidak  ada
                        momen  dipol  yang  dibentuk  oleh  molekul  gas.  Kalau  diamati  secara
                        mikroskopoik  maka  kondisi  bisa  berbeda.  Perhatikan  molekul  gas  netral

                        pada Gambar 1.56. Secara maksoskopik pusat muatan positif dan muatan
                        negative berimpit sehingga secra makroskopik momen dipol molekul gas nol.
                                Namun, karena inti maupun electron selalu bergetar/bergerak maka

                        bisa  terjadi  pusat  muatan  psotif  dan  pusat  muatan  negative  bergeser
                        walupun  sesaat.  Pergeseran  tersebut  menyebabkan  terbentuknya  momen
                        dipol sesaat. Karena jumlah molekul dalam gas sangat banyak maka pada
                        saat tertentu akan banyak sekali momen dipol yang terbentnuk. Pada saat
                        lainnya, molekul lain yang membentuk momen dipole dan melakukan gaya

                        tarik-marik.  Begitu  seterusnya  sehingga,  kalau  diamatai  terus  menerus
                        maka akan selalu ada momen dipol yang terbentuk sehingga selalu ada gaya
                        tarik antar molekul gas yang netral tersebut. Munculnya momen dipol yang

                        sesaat tersebut dinamakan fluktuasi.


                                                           89
   96   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106