Page 18 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 18

Ban 1 Elektrostatika


                                                 
                                      
                                             
                                 r   r     r  r
                                              2
                                                  1
                                 21
                                       21

                                                                               
                        Vektor  satuan  yang  searah  dengan  vektor  r         21  adalah  vector  yang
                        bersangkutan dibagi panjang verktor tersebut, yaitu

                                              
                                      r    r   r
                                 ˆ r   21     2                                                (1.3)
                                                1
                                 21
                                      r 21  r  r 1
                                            2

                        Besarnya  gaya  coulomb  pada  muatan  q2  oleh  muatan  q1  sebelum
                        menggunakan notasi vector diberikan oleh persamaan (1.1). Arah gaya  F
                                                                                                        21
                        searah dengan vektor satuan  ˆ r   sehingga kita dapat mengungkapkan  F
                                                          21
                                                                                                        21
                        dalam notasi vektor sebagai berikut

                                 
                                 F   F 21  ˆ r
                                          21
                                  21

                                    1   q  q
                                        1  2  ˆ r                                                 (1.4)
                                   4 o  r 21  21
                                          2

                                                   
                        Dengan  mensubstitusi  r   dari  persamaan  (1.2)  dan  ˆ r   dari  persamaan
                                                                                     21
                                                   21
                        (1.3) ke dalam persamaan (1.4) kita dapat juga menulis

                                                        
                                       1     q  q  (r  r  )
                                 F           1   2   2  
                                                          1
                                  21
                                      4 o  r   r 1  2  r  r 1
                                                      2
                                             2
                                    1     q  q      
                                          1   2  (r  r  )                                      (1.5)
                                   4 o  r  r 1  3  2  1
                                         2


                        Dari persamaan (1.5) tampak jelas bahwa jika kita mengetahui vector posisi
                        relatif  dua  muatan  maka  gaya  Coulomb  antara  dua  titik  secara  lengkap
                        sudah bisa ditentukan (besar maupun arahnya).
                                Persamaan (1.5) menyatakan gaya pada muatan q2 oleh muatan q1.

                        Bagaimana dengan gaya pada muatan q1 oleh muatan q2? Gaya tersebut kita
                                             
                        nyatakan  dengan  F .  Karena  kedua  gaya  tersebut  merupakan  pasangan
                                              12





                                                            6
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23