Page 22 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 22

Ban 1 Elektrostatika



                                       1  q  q
                                 F         1  2
                                     4 o  r 21  2


                                          2 (  10  3 )( 4 10  3 )
                                  9 10 9                   = 2880 N
                                                 5 2


                                Untuk menyatakan gaya tersebut dalam notasi vektor kita tentukan
                        dulu vektor satuan yang arahnya dari muatan q1 ke muatan q2, yaitu
                                      r 
                                 ˆ r   
                                      21
                                 21
                                      r 21

                                      ˆ
                                     i 3   ˆ j 4  3  4
                                                 ˆ
                                              i   ˆ j   m
                                      5        5    5
                        Dengan demikian ungkapan gaya pada q2 oleh q1 dalam notasi vektor adalah


                                       1  q q
                                 F   4 o  r  1 21  2 2  ˆ r   N
                                  21
                                                21

                                          2 (  10 3 )( 4 10 3 )  3  4  
                                                                                 ˆ
                                  9 10 9                  i ˆ   ˆ  j      1728 i  2304 ˆ j   N
                                                 5 2        5     5  

                        1.2 Gaya Coulomb oleh sejumlah muatan

                                Sekarang kita akan meningkatkan pembahasan untuk menentukan
                        gaya  listrik  sejumlah  muatan.  Gaya  yang  dilami  sebuah  muatan  akibat
                        pengaruh  sejumlah  muatan  lain  sama  dengan  jumlah  secara  vector  gaya
                        yang  dihasilkan  masing-masing  muatan  lain  tersebut.  Dari  sini  menjadi

                        jelas  di  sini  bahwa  penggunaan  notasi  vector  sangat  bermanfaat  dalam
                        mencari gaya total tersebut.
                                Misalkan  kita  memiliki  muatan  q1,  q2,  q3,  dan  q4.  Posisi

                        muatan-muatan diilustrasikan pada Gambar 1.7. Kita ingin mencari berapa
                        gaya  total  yang  dialami  muatan  q4.  Misalkan  koordinat  posisi  muatan  q1
                                                                         
                        adalah  r , koordinat posisi muatan q2 adalah  r , koordinat posisi muatan q3
                                 1
                                                                          2
                                                                                 
                        adalah  r ,  dan  koordinat  posisi  muatan  q4  adalah  r .  Kita  akan  mencari
                                 3
                                                                                  4
                        gaya total yang dialami muatan q4. Gaya yang dilakukan muatan q1, q2, dan
                        q3 pada muatan q4 masing-masing adalah







                                                           10
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27