Page 221 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 221
Bab 3 Listrik Arus Searah
negatif. Arah arus listrik didefinisikan searah dengan arah aliran muatan
positif. Pada logam-logam sebenarnya yang mengalir adalah
electron-elektron yang memiliki muatan negative. Muatan positif berupa
atom-atom yang ditinggalkan electron tidak dapat mengalir karena terikat
kuat membangun logam tersebut. Mengingat definisi arus listrik searah
dengan aliran muatan positif maka arah arus listrik dalam logam
berlawanan dengan arah aliran electron. Jadi, ketika kita mengambar arah
arus dalam kawat dari kanan ke kiri sebenarnya yng terjadi adalah aliran
electron dari kiri ke kanan.
Muatan listrik dapat mengalir dari satu tempat ke tempat lain
karena adanya beda potensial. Tempat yang memiliki potensial tinggi
melepaskan muatan ke tempat yang memiliki potensial rendah. Besarnya
arus yang mengalir berbanding lurus dengan beda potensial, V, antara dua
V
tempat, atau I . Kesebandingan di atas selanjutnya dapat ditulis
1
I V (3.2)
R
dengan R didefinisikan hambatan listrik antara dua titik. Satuan hambatan
listrik adalah Ohm dan disingkat . Mengapa R disebut hambatan listrik?
Karena R berperan menghambat mengalirnya muatan listrik. Makin besar R
maka arus listrik makin sulit mengalir yang ditandai dengan arus yang
makin kecil. Persamaan (3.2) dinamakan hukum Ohm. Simbol untuk
hambatan listrik tampak pada Gambar 3.1.
Gambar 3.1 Simbol hambatan listrik
Contoh 3.1
Diilustrasikan pada Gambar 3.2, titik A memiliki potential lebih
tinggi dari titik B. hambatan tersebut dihubungkan dengan baterei yang
memiliki potensial 1,5 V. Jika hambatan listrik antara titik A dan B adalah
100 , (a) berapa arus yang mengalir melalui hambatan dan ke mana
arahnya? (b) berapa besar muatan yang berpindah selama 5 s?
209

