Page 393 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 393
Bab 5 Medan Magnet Induksi
B 2 ( ) R
Karena jumlah lilitan yang dilingkupi lintasan Ampere adalah N
maka jumlah arus yang dilingkupi lintasan ini adalah
I NI 2 RnI
Akhirnya, dengan mensubstitusi persamaan-persamaan di atas ke dalam
persamaan (5.36) diperoleh
B 2 ( ) R o 2 ( RnI )
atau
B o nI
Hasil ini pun persis sama dengan yang kita peroleh menggunakan hukum
Biot-Savart pada bagian sebelumnya.
5.4.4 Pelat tak berhingga
Selanjutnya kita hitung medan magnet di sekitar pelat yang sangat
lebar yang dialiri arus listrik seperti diilustrasikan pada Gambar 5.39.
panjang maupun lebar pelat dianggap tak berhingga. Angapan tersebut
dimaksudkan adar arus yang mengalir dalam pelat homogen pada tiap titik.
Dengan nilai yang homogen maka penerapatan hukum Ampere menjadi
mudah. Jika ukuran pelat berhingga maka arus biasanya makin kecil jika
bergeser ke arah tepi. Arus paling besar di sekitar tengah pelat. Dengan
distribusi arus yang demikian maka medan magnet di sekitar pelat menjadi
tidak homogen dan penerapat hukum Ampere untuk menentukan kuat
medan menjadi sangat sulit.
Misalkan kerapatan arus per satuan lebar pelat adalah J
(ampere/meter). Kita akan menentukan kuat medan magnet pada jarak a
tegak lurus pelat. Kita buat lintasan Ampere berupa persegi panjang seperti
pada Gambar 5.40.
Kita dapat menentukan arah medan magnet yang dihasilkan arus
dengan menggunakan aturan tangan kanan. Ibu jari mengarah ke aliran
arus dan lekukan empat jari mengikuti arah medan magnet. Kita akan
dapatkan bahwa medan magnet memiliki arah sejajar pelat dan tegak lurus
381

