Page 792 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 792

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik



                                    540     540
                                                = 100 nm
                                   4  , 1 35  4 , 5



                        10.14.2 Cincin Newton

                                Salah  satu  pengamatan  yang  terkenal  terkait  dengan  interferensi
                        lapisan tipis adalah pengamatan cincin Newton. Interferensi dalkam bentuk
                        cincin-cincin tersebut pertama kali diamati oleh Newton. Jika kita memiliki
                        jurung-juring bola yang terbuat dari kaca dan diletakkan di atas kaca datar

                        maka antara permukaan bola terbentuk ruang udara yang ketebalannya nol
                        pada titik kontak lalu ketebalan bertambah ketika bergerak makin keluar.
                        Pada posisi dekat titik kontak maka ketebalan lapisan udara tersebut sangat

                        tipis  sehingga  lapisan  udara  dapat  dipandang  sebagai  film  tipis.  Dengan
                        demikian, lapisan udara tersebut dapat menghasilkan interferensi. Namun,
                        karena ketebalan lapisan bergantung pada jarak dari pusat bola, maka pola
                        interferensi yang dihasilkan akan berbentuk cincing-cincing dengan jari-jari
                        yang berbeda.

                                Cincin Newton sangat tipis dan sangat rapat sehingga sulit diamati
                        dengan  mata  langsung.  Pengamatan  dilakukan  menggunakan  mikroskop
                        dengan mengarahkan lensa objektif mikroskop ke titik sentuh juring-juring

                        bola dengan kaca datar. Gambar 10.66(a) adalah skema percobaan cincin
                        Neswton dan Gambar 10.66(b) adalah cincin Newton yang teramati. Mari
                        kita lakukan analisis secara matematis terbentuknya cincin Newton.
                                Fenomene cincin Newton bersifat terbalik dengan lapisan tipis yang
                        diilustrasikan  pada  Gambar  10.67.  Pada  Gambar  10.67,  lapisan  tipis

                        memiliki indeks bias lebih besar daripada sekelilinginya (udara). Pada cincin
                        Newton, justru lapisan tipis (udara) memiliki indeks bias lebih kecil daripada
                        sekelilingnya  (kaca).  Kiat  akan  fokuskan  pada  cahaya  yang  datang  tegak

                        lurus lapisan (sudud datang nol).
                                Perhatikan cahaya yang jatuh di titi A pada Gambar 10.67. Sebagian
                        cahaya  diantulkan  dan  sebagian  dibiaskan.  Jika  kita  hanya  mengamati
                        lokasi  di  sekitar  sumbu  maka  dudut  datang  cahaya  terhadap  normal
                        mendekati nol dan sudut bias pun mendekati nol. Dengan asumsi ini maka

                        cahaya yang datang vertikal akan masuk ke lapisan udara secara vertikal
                        juga dan kembali ke posisi semula dalam arah vertikal.



                                                           780
   787   788   789   790   791   792   793   794   795   796   797