Page 794 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 794

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik


                                Pada  titik  A  cahaya  mengalami  pemantulan  dan  pembiasan.
                        Misalnya fase cahaya saat mencapai titik A adalah   . Karena pemantulan
                                                                                  0
                        cahaya  di  titik  A  dilakukan  oleh  medum  dengan  indeks  bias  lebih  kecil
                        (udara  atau  zat  cair  lain)  maka  cahaya yang  dipantulkan  di  titik  A  tidak
                        mengalami pembalikan fase. Cahaya yang dibiaskan merambat ke titik B

                        dan  mengalami  pemantulan.  Pada  titik  B  pemantulan  dilakukan  oleh
                        medium  yang  memiliki  indeks  bias  lebih  besar  sehingga  mengalami
                        pembalikan fase. Dengan demikian, ketika kembali ke titik A, maka cahaya
                        yang dipantulkan di titik B mengalami perubahan fase karena menempuh
                        lintsan  sepanjang  2t  dan  mengalampi  pembalikan  fasa  di  titik  B.  Fase

                        cahaya yang dipantulkan di titik B ketika sampai kembali ke titik A menjadi

                                  2   
                         0           2 (   ) t . Dengan demikian, beda fase dua gelombang menjadi
                                
                                  0  / n 1 



                                                2      
                                                2 (  t )  
                                                           
                                               
                                        0
                                                                0
                                                0  / n 1   
                                       4n   t
                                       1  
                                             
                                      
                                         0  

                                Sekarang kita terapkan teorema Phitagoras pada segitiga OAC, yaitu

                                 R   r  (R   ) t
                                       2
                                                 2
                                  2
                        atau
                                 R   r  R   2Rt  t
                                       2
                                                      2
                                            2
                                  2
                        atau
                                 2Rt   r  t
                                            2
                                        2


                        Ketebalan  lapisan  antara  dua  kaca  sangat  kecil  sehingga  suku  t   pada
                                                                                                  2
                        persamaan  di  atas  dapat  dibuang.  Dengan  demikian  kita  mendapatkan
                        t   r / 2 R perbedaan fase sebagai dinyatakan dalam r sebagai berikut
                             2


                                           2  r 2  
                                             n
                                         1  
                                                  
                                             0 R  
                                                           782
   789   790   791   792   793   794   795   796   797   798   799