Page 816 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 816

Bab 11 Teori Relavitas Khusus
















                                                                                       Bab 11



                                 TEORI RELAVITAS KHUSUS





                                Era  fisika  modern  ditandai  dengan  lahirnya  teori  kuantum  dan

                        teori relativitas khusus pada awal abad 20. Dalam fisika modern, cara kita
                        menjelaskan  fenomena  alam  berbeda  dengan  fisika  klasik,  khususnya
                        ketika  kita  akan  menjelaskan  fenomena  yang  melibatkan  partikel  sub

                        atomic  serta  partikel  yang  bergerak  dengan  laju  mendekati  laju  cahaya.
                        Khusus untuk menjelaskan peristiwa yang melibatkan gerakan mendekati
                        laju  cahaya,  hokum  mekanika  Newton  ternyata  gagal.  Kita  perlu

                        membangun suatu metode baru untuk menjelaskan fenomena tersebut, dan
                        itu yang dilakukan Einstein dengan teori relativitas khusus. Pada bab ini
                        kita akan mempelajari secara singkat ide-ide yang terkandung dalam teori
                        relativitas khusus yang diperkenalkan Einstein tahun 1905.

                        11.1 Transformasi Galileo

                                Sebelum  mulai  masuk  ke  persoalan  relativitas,  mari  kita  pelajari
                        kembali salah satu transformasi yang terkenal dalam mekanika klasik, yaitu

                        transformasi Galileo. Transfoemasi ini membangun hubungan antara dua
                        kerangka acuan yang bergerak relatif satu terhadap lainnya.
                                Kita  membayangkan  mengamati  kondisi  berikut  ini.  Seperti
                        diilustrasikan pada Gambar 11.1, sebuah kereta api bergerak dalam arah x
                        dengan kecepatan  u. Dalam kereta ada seorang penumpang yang sedang

                        berjalan dalam arah x juga dengan kecepatan v terhadap kereta. Di tepi jalan
                        ada seorang pengamat yang melihat gerakan kereta api maupun penumpang
                        dalam kereta.


                                                           804
   811   812   813   814   815   816   817   818   819   820   821