Page 821 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 821
Bab 11 Teori Relavitas Khusus
walaupun pesawat bawah bergherak mengejar pesawat. Meskipun menurut
pengamat di bumi, jarak pesawat diam dari berkas cahaya lebih jauh,
daripada jarak pesawat yang bergerak dengan berkas, namun bagi
pengamat di masing-masing pesawat, jarak mereka ke berkas cahaya selalu
sama. Jika pengamaat di pesawat diam melihat cahaya telah bergerak
sejauh 1.000 km maka pengamat di pesawat bawah (yang bergerak ke arah
rambat cahaya) juga mengamati bahwa cahaya telah merambat sejauh
1.000 km. Namun, bagi pengamat di bumi, jarak pengamat di pesawat atas
ke berkas cahaya adalah 1.000 km tetapi jarak pengamatan bawah ke
berkas cahaya kurang dari 1.000 km. Bagaimana bisa demikian? Nanti akan
kita bahas.
Sebagai ilustrasi lain, perhatikan Gambar 11.3. Sebuah kereta
memiliki lampu pemancar cahaya yang menghadap ke depan dan ke
belakang. Di depan dan di belakang lampu terdapat detektor yang memiliki
jarak persis sama. Kereta bergerak dengan laju v, yang sembarang.
Kemudian penumpang di kereta memancarkan cahaya ke depan dan ke
belakang secara bersamaan. Walapun kereta bergerak ke arah depan
termasuk dengan laju mendekati laju cahaya maka penumpang di kereta
tetap mengukur bahwa laju cahaya ke depan dan ke belakang persis sama.
Dan pada akhirnya cahaya mencapai detektor pada waktu yang persis sama.
Jasi, merkipun kereta bergerak ke depan bersamaan dengan gerak cahaya,
tetapi laju cahaya ke arah depan maupun ke arah belakang tetap sama.
Bagaimana menurut pengamat yang diam di tanah? Pengamat yang
diam di tanah juga melihat cahaya merambat dengan laju yang sama.
Sejak dari posisi pemancaran cahaya, jarak tempuh cahaya selama selang
waktu yang sama selalu sama. Namun, karena kereta bergerak ke depan
maka menurut pengamat di tanah, cahaya mencapai detektor depan lebih
dahulu daripada detektor belakang.
Berdasarkan penjelasan di atas maka transformasi Galileo tidak lagi
dapat diterapkan untuk menjelaskan perambatan cahaya. Penjumlahan
kecepatan yang selama ini kita gunakan dalam mekanika klasik tidak bisa
dipakai lebih lanjut untuk menjumlahkan kecepatan cahaya atau kecepatan
yang mjendekati kecepatan cahaya. Kalau begitu transformasi yang
bagaimanakah yang dapat dipakai?
11.2 Penjumlahan kecepatan Einstein
Albert Einstein mengusulkan suatu bentuk penjumlahan kecepatan
809

